Kalau kamu pengguna smartphone Samsung Galaxy, pasti sudah tahu kalau sistem operasi One UI yang bawaannya itu penuh dengan pengaturan dan fitur yang super berguna. Nyatanya, ada lebih banyak hal yang bisa dieksplor dibandingkan banyak ponsel Android lainnya, termasuk seri Google Pixel.
Bahkan, saking banyaknya opsi, Samsung sampai menyimpan beberapa fitur tersembunyi. Salah satunya adalah menu *Connectivity labs*, di mana ada berbagai fitur yang bermanfaat, tapi kamu harus melalui beberapa langkah dulu untuk menemukannya.
Setelah berhasil diaktifkan, kamu bisa cek kekuatan sinyal Wi-Fi di seluruh rumah, mengatasi masalah koneksi yang mungkin kamu alami, mengganti cara ponsel berpindah antara data seluler dan Wi-Fi, dan banyak lagi.
Berikut adalah cara menemukan *Connectivity labs* dan memanfaatkannya.
Aktifkan Connectivity Labs dan Pindai Wi-Fi
Untuk mengakses menu ini, buka *Settings* di ponsel Galaxy kamu, lalu pilih *Connections* dan tap *Wi-Fi*. Klik tiga titik di pojok kanan atas dan pilih *Intelligent Wi-Fi*. Setelah itu, tap label *Intelligent Wi-Fi* di bagian bawah layar sebanyak tujuh kali. Setelah beberapa kali tap, kamu akan melihat hitungan mundur muncul.
Voila! Sekarang kamu sudah punya menu *Connectivity labs* yang bisa kamu manfaatkan. Begitu dibuka, kamu akan menemukan berbagai statistik menarik tentang jaringanmu dan banyak fitur yang bisa dieksplor. Misalnya, di bagian atas, kamu bisa melihat berapa lama perangkat terhubung ke Wi-Fi hari ini serta rata-rata harian.
Gulir lebih jauh ke bawah, kamu akan menemukan rincian tentang band Wi-Fi yang terhubung, serta standar Wi-Fi yang sedang digunakan (ini sangat berguna untuk memastikan router Wi-Fi 7 baru kamu berjalan dengan baik). Kamu juga bisa melihat berapa banyak jaringan Wi-Fi yang disimpan di ponselmu.
Salah satu fitur paling berguna di *Connectivity labs* adalah *Home Wi-Fi inspection*. Jika kamu memilih ini dan klik *Start*, ponselmu akan membawamu berkeliling rumah, menunjukkan secara real time kekuatan sinyal Wi-Fi dari router dan memberi tahu area mana yang memiliki koneksi lemah.
Syukurnya, sinyal Wi-Fi di rumahku cukup kuat, tapi ada beberapa titik dengan sinyal yang lemah, dan alat inspeksi ini bisa membantuku menemukan tempat-tempat itu. Ini juga bermanfaat untuk melakukan perubahan pada pengaturan Wi-Fi, seperti memindahkan router, dan melihat bagaimana hal itu mempengaruhi jangkauan sinyal.
Fitur Lainnya di Connectivity Labs
Masih banyak yang bisa kamu lakukan dengan *Connectivity labs*, semakin kamu scroll ke bawah halaman. Misalnya, aktifkan *Auto reconnect to carrier Wi-Fi*, dan ponselmu akan otomatis terhubung ke hotspot Wi-Fi publik yang dikelola oleh penyedia layanan. Ada juga tombol untuk *Wi-Fi 7*, untuk memastikan kamu selalu menggunakan standar Wi-Fi terbaru di jaringan yang mendukung.
Jika kamu mengaktifkan tombol *Switching to mobile data faster*, ponselmu akan otomatis berpindah ke koneksi seluler ketika mendeteksi bahwa Wi-Fi yang dipakai lemah. Hal ini mungkin membuatmu menggunakan lebih banyak data, tapi setidaknya kamu akan mengalami lebih sedikit gangguan saat koneksi Wi-Fi yang dipakai tidak stabil.
Fitur *Intelligent Wi-Fi Handover* dan *Switching to mobile data with AI* bekerja dengan cara serupa. Yang pertama akan melimpahkan beberapa tugas ke data seluler saat sinyal Wi-Fi lemah tanpa menonaktifkan Wi-Fi sepenuhnya, sedangkan yang kedua akan menggunakan pola penggunaanmu (dari download, browsing, dan lain-lain) untuk memutuskan kapan harus mematikan Wi-Fi.
Kamu bisa menggunakan opsi *Connect to 2.4GHz for IOT setup* untuk memaksa ponsel menggunakan band 2.4GHz di router — ini adalah band yang sering dipakai oleh banyak perangkat pintar, jadi kamu mungkin perlu melakukan ini untuk mengaturnya — sementara *L4S* adalah protokol koneksi latensi rendah yang dapat mempercepat konekamu jika router mendukungnya.
Terdapat juga opsi *Show network quality info* dalam daftar jaringan saat menghubungkan ke Wi-Fi, jadi kamu bisa melihat mana yang terbaik saat memiliki beberapa pilihan. Semua fitur ini sangat berguna dan tidak jelas kenapa Samsung memilih untuk menyimpannya sehingga tidak mudah diakses secara default.

