Berkshire Hathaway baru saja mengumumkan hasil keuangannya yang menunjukkan kenaikan pendapatan operasional sebesar 16% pada kuartal kedua. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja solid di sektor energi, kereta api, dan manufaktur, meskipun hasil dari asuransi mengalami penurunan. CEO Greg Abel, yang kini berusia 64 tahun, mulai memanfaatkan tumpukan uang tunai besar yang diperoleh Warren Buffett untuk membeli kembali saham dan investasi lainnya.
Pendapatan operasional Berkshire meningkat menjadi $12,98 miliar, naik dari $11,16 miliar tahun sebelumnya. Pendapatan dari sektor manufaktur, layanan, dan ritel melonjak 24% menjadi $4,47 miliar, sementara laba dari Berkshire Hathaway Energy meroket 27% menjadi $891 juta. Tidak ketinggalan, BNSF, unit kereta apinya, mencatat kenaikan 6% menjadi $1,56 miliar.
Namun, sektor asuransi menjadi titik lemah. Pendapatan underwriting turun 13% menjadi $1,73 miliar dari $1,99 miliar tahun lalu, dan pendapatan investasi asuransi menyusut 9% menjadi $3,06 miliar.
Selama kuartal ini, Berkshire telah melakukan pembelian kembali sekitar $4,5 miliar dari sahamnya sendiri, yang merupakan periode kedua di bawah kepemimpinan Abel, setelah ia menggantikan Buffett awal tahun ini. Pembelian di kuartal kedua menunjukkan percepatan drastis dibandingkan dengan $235 juta yang dibelanjakan untuk buyback pada tiga bulan pertama tahun 2026. Meski begitu, angka ini mungkin masih lebih rendah dari ekspektasi pasar menjelang laporan ini dirilis.
Memanfaatkan Uang yang Ada
Jumlah kas Berkshire berkurang menjadi $365,5 miliar pada akhir Juni, turun dari rekor $397,4 miliar tiga bulan sebelumnya, karena perusahaan ini mulai menginvestasikan asetnya dalam berbagai investasi lain serta buyback saham. Kuartal ini juga menandai ditutupnya akuisisi Berkshire terhadap Taylor Morrison.
Berkshire kembali menjadi pembeli bersih saham setelah 14 kuartal berturut-turut menjadi penjual. Di kuartal kedua, conglomerate ini menghabiskan hampir $20 miliar untuk net purchase. Sebelumnya, Buffett, yang kini menjabat sebagai ketua, memberikan Abel sebuah benteng kas yang belum pernah ada sebelumnya di dunia korporasi Amerika, dan mengingat pendekatan Buffett yang sabar dan cenderung menghindari risiko, tampaknya para pemegang saham ingin Abel segera memanfaatkan kas tersebut di luar investasi obligasi.
Saham Berkshire hanya naik 3% tahun ini, menjadikannya ketinggalan dari kenaikan 13% yang dicatat oleh S&P 500. Walaupun demikian, saham ini menunjukkan pergerakan positif belakangan ini, dengan kenaikan 9% dalam tiga bulan terakhir.
Dari laporan yang terungkap, Alphabet kini menjadi salah satu dari lima investasi ekuitas terbesar Berkshire berdasarkan nilai pasar pada akhir Juni, di samping investasi-investasi lama seperti American Express, Apple, Bank of America, dan Coca-Cola. Awal tahun ini, Berkshire juga mengungkap investasi sebesar $10 miliar di perusahaan induk Google untuk mendukung pengembangan AI. Buffett menyatakan bahwa investasi di Alphabet ini dimulai setelah berkonsultasi dengan Abel.

