Banyak perusahaan besar mengalami pergerakan signifikan di pasar pra-pasar baru-baru ini, dan ini tentunya menarik perhatian para investor. Berikut ini adalah gambaran terbaru mengenai beberapa perusahaan yang sedang menjadi sorotan.
Pertama, kita lihat Peloton Interactive. Perusahaan fitness yang terhubung ini mengalami penurunan hampir 14% setelah merilis hasil kuartal keempatnya. Meskipun pendapatannya mencapai 13 sen per saham sesuai ekspektasi, jumlah pelanggan aktif yang membayar turun sebesar 8,8% dibanding tahun lalu. Ini tentu menjadi sinyal yang perlu dicermati bagi para investor.
Selanjutnya, Moderna, yang baru saja mendapatkan persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) untuk vaksin flu mRNA-nya, mFlusiva, bagi orang dewasa berusia 50 tahun ke atas. Setelah kabar tersebut, sahamnya melonjak sekitar 4%, menunjukkan optimisme pasar terhadap inovasi kesehatan ini.
Beranjak ke Versant Media, sahamnya melonjak 5% setelah perusahaan ini menaikkan outlook tahunan dan melaporkan hasil yang menggembirakan di kedua aspek—pendapatan dan laba. Versant memperkirakan pendapatan 2026 sebesar $6,2 miliar hingga $6,45 miliar, dan laba yang disesuaikan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) antara $1,9 miliar hingga $2,05 miliar. Ini kabar baik bagi pemegang sahamnya.
Namun, tidak semua berita baik untuk Warby Parker. Perusahaan pembuat kacamata ini mengalami penurunan 7% setelah kuartal kedua mencatatkan pendapatan $235,5 juta, lebih rendah dari estimasi konsensus LSEG sebesar $238 juta. Meskipun EBITDA-nya melebihi ekspektasi, hal ini tetap membuat para investor waspada.
IonQ, yang bergerak di bidang komputasi kuantum, memanfaatkan antusiasme pasar dengan kenaikan 3,9% setelah melaporkan pendapatan kuartal kedua yang lebih baik dari prediksi. Perusahaan ini juga memproyeksikan pendapatan tahunan antara $280 juta hingga $290 juta, jauh di atas konsensus FactSet sebesar $268,6 juta.
Di sisi lain, Sandisk mengalami penurunan 10% setelah panduan pendapatan yang terlihat tidak memuaskan traders. Perusahaan ini memperkirakan pendapatan kuartal pertama berkisar antara $10,3 miliar hingga $10,8 miliar, sementara konsensus LSEG menargetkan $10,47 miliar. Meskipun hasil kuartal keempatnya melampaui ekspektasi, reaksi pasar tetap negatif.
Figma, pembuat aplikasi edit grafis, menyaksikan penurunan sebesar 14% setelah mempublikasikan panduan pendapatan yang tidak sesuai harapan. Perusahaan ini memperkirakan penghasilan operasi antara $125 juta hingga $135 juta, sedangkan konsensus FactSet mengharapkan $133,2 juta. Meskipun hasil kuartal kedua positif, investor tampaknya lebih fokus pada proyeksi ini.
DoorDash menikmati peningkatan sebesar 4% setelah mengumumkan pendapatan kuartal sebesar $4,45 miliar, mengalahkan konsensus LSEG yang hanya $4,34 miliar. Dengan laba per saham yang sesuai ekspektasi di 46 sen, perusahaan ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang solid.
Mengenai Zillow, perusahaan ini mengalami penurunan lebih dari 11% setelah memperluas peran CFO Jeremy Hofmann menjadi COO. Meskipun hasil kuartal menunjukkan laba per saham yang disesuaikan sebesar 52 sen melampaui estimasi 45 sen dan pendapatan $772 juta juga melebihi prediksi $758 juta, keputusan pemutusan hubungan kerja yang melibatkan sekitar 500 karyawan menciptakan ketidakpastian di kalangan investor.
Western Digital juga tidak luput dari perhatian pasar. Sahamnya tergerus lebih dari 15% setelah proyeksi kuartal berjalan yang tidak memuaskan. Perusahaan ini memperkirakan laba disesuaikan sebesar $4 per saham, namun di bawah perkiraan pasar yang memprediksi $3,81 per saham dengan pendapatan $4,04 miliar.
Saham Salesforce turun hampir 5% setelah pengumuman bahwa Miguel Milano akan dilantik sebagai COO. Milano yang sebelumnya adalah eksekutif di Oracle, sempat bekerja di Salesforce selama hampir satu dekade di Eropa. Meski saat ini sahamnya telah anjlok lebih dari 27% sejak awal tahun, pelantikan ini mungkin diharapkan dapat membawa perubahan positif.
Di pihak Duolingo, platform pembelajaran mobile, sahamnya jatuh 7% setelah proyeksi pendapatan untuk kuartal ini lebih rendah dari ekspektasi, yakni $302 juta, dibandingkan konsensus FactSet $303,9 juta. Proyeksi ini mendorong pasar menjadi lebih skeptis terhadap momentum pertumbuhan perusahaan.
Terakhir, Bumble mengalami penurunan 5% setelah melaporkan kerugian sebesar 84 sen per saham di kuartal kedua, padahal pasar mengharapkan laba 25 sen per saham. Dengan proyeksi EBITDA yang diperkirakan antara $56 juta hingga $60 juta, juga di bawah ekspektasi yang mengharapkan $68,7 juta, sentimen pasar terhadap saham ini pun menjadi tidak terlalu optimis.
Inilah gambaran perjalanan pasar saham yang dinamis dan seru. Pada akhirnya, baik investor maupun analisis pasar harus tetap waspada dan beradaptasi dengan kondisi yang terus berubah.

