Para penjual saham yang mempersingkat (short sellers) dengan cepat mengalihkan perhatian mereka ke saham SK Hynix yang baru saja terdaftar di AS. Ini terjadi hanya beberapa minggu setelah produsen chip memory asal Korea Selatan tersebut meluncurkan sahamnya di pasar Amerika, dan menambah sumber volatilitas baru di sektor semikonduktor yang sudah bergejolak. Menurut S3 Partners, sekitar 23 juta American Depositary Receipts (ADR) dari perusahaan ini sekarang dijual dengan cara short. Jika dilihat dari sekitar 178 juta ADR yang tersedia di pasar, jumlah ini setara dengan hampir 13% saham yang diperdagangkan. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan angka yang dilaporkan bursa, yang sekitar 15 juta saham pada pertengahan Juli lalu.
Peningkatan tajam ini menunjukkan bahwa para trader tidak membuang waktu untuk mempertaruhkan posisi melawan salah satu perusahaan perangkat keras yang mendapatkan keuntungan terbesar dari kecerdasan buatan (artificial intelligence). Sejak debutnya di AS pada 10 Juli, ADR SK Hynix telah turun sekitar 13% dari harga penawaran $149, dan sekitar 33% dari puncak pasca-listing.
Minat short yang tumbuh ini bertepatan dengan fluktuasi tajam di saham SK Hynix dan saham semikonduktor lainnya. Para investor sedang menilai kembali apakah lonjakan pengeluaran yang terkait dengan AI dapat terus membenarkan tingginya valuasi saham-saham tersebut. Saham chip telah menghadapi tekanan kembali dalam beberapa sesi terakhir setelah Alphabet meningkatkan perkiraan belanja modalnya, yang membangkitkan kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan besar bisa terus meningkatkan pengeluaran untuk infrastruktur meskipun investor semakin cermat terhadap pengembalian dari investasi tersebut. Indeks semikonduktor PHLX telah turun lebih dari 22% hanya bulan ini.
Saham SK Hynix jatuh pada Rabu lalu meskipun melaporkan hasil kuartal kedua yang sangat baik. Perusahaan ini mencatat pertumbuhan eksponensial dalam pendapatan dan laba, tetapi angka-angka tersebut tidak berhasil memenuhi harapan tinggi Wall Street untuk salah satu pemenang terbesar dari gelombang AI ini.
Sebagian dari minat short ini juga dapat mencerminkan aktivitas arbitrase daripada taruhan bearish secara langsung. Beberapa investor menjual ADR secara short sementara secara bersamaan memiliki saham yang terdaftar di Seoul, untuk memanfaatkan perbedaan harga antara kedua sekuritas tersebut.

