Pasar saham pagi ini menunjukkan pergerakan yang cukup menarik, terutama di sektor energi. Saham-saham perusahaan energi mengalami lonjakan setelah harga minyak AS meroket. Ini dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Diamondback Energy mencatat kenaikan lebih dari 3%, sementara APA Corporation dan Occidental Petroleum juga naik lebih dari 2,5%. Chevron mengalami lonjakan lebih dari 2% dalam perdagangan pra-pasar, diikuti dengan Exxon Mobil yang naik 1,5%.
Namun, tidak semua sektor merasakan dampak positif dari kenaikan harga minyak. Perusahaan yang sangat terpapar pada harga bahan bakar mengalami penurunan. Carnival Corporation turun 3,5%, dan Norwegian Cruise Line merosot hingga 3%. United Airlines juga turut merosot 3%, sementara Delta Air Lines menurun hampir 2%.
Berita lainnya datang dari SpaceX, yang justru melawan tren penurunan yang berlaku pada perdagangan pra-pasar hari Rabu. Sahamnya naik hampir 0,5%, sedikit rebound setelah penurunan lebih dari 6,5% pada hari Selasa. Penutupan saham SpaceX pada hari Selasa bahkan sempat jatuh di bawah harga penawaran umum perdana (IPO) yang awalnya ditawarkan di $150.
Ketidakpastian di sektor memori terus berlanjut dengan daftar saham yang berada dalam tren penjualan. Sandisk mengalami penurunan lebih dari 5,5%, sementara Western Digital turun 5%. Micron Technology juga tertekan dengan penurunan 4,5%, dan Seagate Technology turun 3,5%.
Sementara itu, Bath & Body Works mengalami penurunan lebih dari 4% setelah Goldman Sachs menurunkan peringkat sahamnya dari netral menjadi jual. Para analis di bank tersebut menyatakan bahwa ekspansi perusahaan ke distribusi pihak ketiga bisa mengganggu bisnis ritel mereka sendiri.
Di sisi lain, Estee Lauder, produsen kosmetik ternama, juga merasakan dampak negatif dengan penurunan sebesar 2%. Dalam pengajuan regulasi terbaru, perusahaan mengungkapkan bahwa estimasi biaya untuk rencana restrukturisasi kini telah mencapai $1,75 miliar, meningkat dari estimasi sebelumnya yang sebesar $1,55 miliar.
Terakhir, saham Rivian Automotive, produsen kendaraan listrik, juga tidak luput dari sorotan, turun hampir 4% setelah mengalami hari terburuk sejak Februari 2024 pada hari Selasa lalu dengan penurunan sebesar 18%. Penurunan ini terjadi setelah perusahaan mengumumkan penawaran umum untuk 75 juta sahamnya guna mengumpulkan modal.
Secara keseluruhan, pergerakan pasar menunjukkan dinamisnya dampak berita makroekonomi dan keputusan perusahaan terhadap harga saham. Investor tentu harus cermat dalam mengikuti perkembangan ini agar tidak terjebak dalam fluktuasi yang bisa merugikan.

