Greg Abel cepat menunjukkan gaya kepemimpinannya di portofolio investasi Berkshire Hathaway. Menurut laporan, ia mulai mengurangi posisi yang terkait dengan Todd Combs, mantan bawahannya yang kini telah pindah ke JPMorgan. CEO baru ini sudah menjual saham-saham yang sebelumnya dikelola oleh Combs setelah manajer investasi yang lama itu meninggalkan posisinya pada akhir 2025. Langkah ini menunjukkan bagaimana Abel berusaha mengendalikan portofolio saham Berkshire yang bernilai sekitar 300 miliar dolar AS, menggantikan Warren Buffett.
Abel kemungkinan tidak akan mencari manajer investasi baru untuk menggantikan Combs. Dalam surat tahunan pertamanya kepada para pemegang saham, ia menyebutkan bahwa Ted Weschler, manajer investasi lainnya, akan terus mengelola sekitar 6% dari portofolio perusahaan. Hal yang menarik adalah Berkshire tidak mengungkapkan manajer mana yang bertanggung jawab atas pemilihan saham individual, jadi atribusi ini bersifat spekulatif. Namun, Combs terkenal terkait dengan pendekatan yang lebih condong pada saham-saham teknologi dan keuangan selama masa jabatannya, terutama pada saham perusahaan seperti VeriSign dan Snowflake.
Combs juga sebelumnya mengungkapkan bahwa Mastercard dan Visa adalah saham pertama yang dibelinya setelah bergabung dengan Berkshire, mencerminkan saham-saham utama dari hedge fund lamanya, Castle Point Capital. Belakangan ini, aktivitas perdagangan Berkshire semakin menambah spekulasi mengenai arah investasi perusahaan ini. Conglomerat tersebut menjual hampir 80% dari kepemilikan mereka di Amazon pada kuartal keempat 2025, yang selama ini beberapa pihak anggap sebagai pembelian yang dipengaruhi oleh Combs.
Dalam surat tahunan tersebut, Abel menyatakan bahwa perusahaan akan tetap fokus pada kelompok kecil saham inti, termasuk Apple, American Express, Coca-Cola, dan Moody’s. Ia menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan ini berada dalam posisi yang tepat untuk mengalami peningkatan nilai selama bertahun-tahun. Namun, yang mengundang perhatian adalah tidak adanya Bank of America dalam daftar tersebut, padahal saham ini merupakan holding terbesar ketiga Berkshire pada akhir 2025. Hal ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai peran jangka panjangnya dalam portofolio perusahaan.
Dengan langkah-langkah ini, terlihat bagaimana Greg Abel ingin menetapkan jejaknya sekaligus mengarahkan strategi investasi Berkshire Hathaway ke arah yang lebih jelas dan terfokus. Semoga saja arah yang diambil ini membawa keberhasilan bagi perusahaan yang telah begitu lama dikendalikan oleh Buffett.

