Finware
  • Beranda
  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Notification
FinwareFinware
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Search
  • Quick Access
    • Beranda
    • Contact Us
    • Riwayat
    • Disimpan
    • Topik Pilihan
    • Feed
  • Categories
    • News
    • Market
    • Bisnis
    • Kripto
    • Tech

Artikel Populer

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya
Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Reihan
19 April 2026
Oracle Satukan Data AI untuk Berikan Agensi Perusahaan Satu Versi Kebenaran

Oracle Satukan Data AI untuk Perusahaan Agensi Single Version of Truth

Keenan
26 Maret 2026
Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Dirga
27 Maret 2026
© 2026 Finware Media. All Right Reserved.
Finware > Market > Saham UNTR Tertekan oleh Risiko MSCI, Simak Perkiraan Harga Terbarunya
Market

Saham UNTR Tertekan oleh Risiko MSCI, Simak Perkiraan Harga Terbarunya

Reihan
Last updated: 5 November 2026 7:13 AM
By
Reihan
5 Min Read
Share
Saham UNTR Tertekan oleh Risiko MSCI, Simak Perkiraan Harga Terbarunya
SHARE

JAKARTA, investortrust.id – Optimisme pemulihan operasional PT United Tractors Tbk (UNTR) pada 2026 sepertinya masih cerah, berkat peningkatan volume pekerjaan dari para kontraktor pertambangan dan membaiknya bisnis emas. Namun, ada beberapa tantangan, seperti tekanan biaya operasional dan persaingan yang semakin ketat dalam industri, yang bisa membatasi pertumbuhan laba perusahaan ini.

BRI Danareksa Sekuritas memutuskan untuk tetap merekomendasikan beli saham UNTR, meskipun target harga mereka diturunkan menjadi Rp 27.700 dari yang sebelumnya Rp 30.600. Dalam perdagangan Rabu (4/11/2026), saham UNTR ditutup melemah Rp 175 atau 0,76% di level Rp 23.000.

Dalam riset yang dirilis pada hari yang sama, BRI Danareksa Sekuritas juga merevisi naik estimasi laba UNTR untuk 2026 sebesar 4,1%. Revisi ini sejalan dengan peningkatan proyeksi volume pekerjaan dari PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Sayangnya, prospek laba untuk tahun-tahun mendatang justru mengalami penyesuaian ke bawah, dengan estimasi laba UNTR dipangkas masing-masing sebesar 9,3% untuk 2027 dan 18,1% untuk 2028.

Pemulihan kinerja PAMA menjadi salah satu faktor positif bagi UNTR. Dukungan pertumbuhan bisnis tersebut juga didapat dari revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara nasional, yang meningkat dari 600 juta ton menjadi 700 juta ton.

Sejalan dengan perubahan ini, UNTR menaikkan panduan pengupasan lapisan tanah penutup atau overburden removal (OB) PAMA untuk 2026 menjadi 1.025 juta bank cubic meter (bcm), dari sebelumnya 950 juta bcm. Target produksi batu bara juga bertambah menjadi 146 juta ton dari 135 juta ton.

BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan volume pengupasan lapisan tanah penutup PAMA untuk 2026 mencapai 1.056 juta bcm, naik 9,6% dibandingkan proyeksi sebelumnya. Namun, pertumbuhan bisnis dalam dua tahun ke depan diperkirakan akan terutama berasal dari pelanggan yang sudah ada.

Read more  Distributor Bahan Bakar Singapura Investasi US$10 Juta untuk Terminal Minyak di Timor-Leste

Meski begitu, pemulihan bisnis batu bara UNTR dihadapkan pada kendala logistik. Meskipun kuota produksi batu bara PT Tuah Turangga Agung (TTA) meningkat menjadi 12,4 juta ton, manajemen UNTR tetap mempertahankan panduan penjualan untuk 2026 sebesar 10 juta ton. Keputusan ini diambil karena kondisi permukaan air sungai yang rendah, yang menghambat pengiriman batu bara lebih dari yang diperkirakan.

BRI Danareksa Sekuritas memangkas proyeksi penjualan batu bara UNTR pada 2026 sebesar 20% menjadi 10,2 juta ton. Namun, penjualan diperkirakan kembali naik menjadi 12,7 juta ton pada 2027 jika kondisi logistik membaik.

Di samping kontraktor pertambangan dan batu bara, bisnis alat berat juga jadi sorotan investor. Manajemen UNTR mempertahankan panduan penjualan alat berat Komatsu pada 2026 sebanyak 4.000 unit, sesuai dengan perkiraan BRI Danareksa Sekuritas. Namun, persaingan di pasar alat berat masih sangat ketat, yang bisa membatasi pertumbuhan bisnis mereka.

Di sisi lain, sektor emas menunjukkan tanda-tanda pemulihan, terutama setelah operasional tambang Martabe kembali berjalan sejak Mei 2026. Peningkatan penjualan emas terlihat pada kuartal III 2026. Manajemen berharap bisa mendapatkan izin pembukaan fasilitas penampungan tailing pada November 2026, sementara pembangunan fasilitas filtrasi masih berlangsung.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan penjualan emas UNTR mencapai 85.000 ons pada 2026, dan volume ini bisa meningkat menjadi 155.000 ons pada 2027 dan 212.000 ons pada 2028.

Risiko MSCI Jadi Perhatian

Di tengah harapan pemulihan operasional, BRI Danareksa Sekuritas justru menurunkan asumsi margin kotor UNTR untuk 2027 dan 2028 menjadi 21%. Sebelumnya, margin kotor diperkirakan berada di level 23% dan 24%. Penyesuaian ini mencerminkan potensi kenaikan biaya bahan bakar serta persaingan yang semakin ketat di sektor kontraktor pertambangan dan alat berat.

Read more  Raja Ritel Elektronik Vietnam, DMX, Targetkan Dapatkan Kesuksesan di Indonesia Dua Kali Lebih Cepat!

Tidak hanya itu, saham UNTR juga menghadapi risiko dari evaluasi indeks MSCI yang akan dilakukan pada 11 November 2026. Kapitalisasi pasar saham beredar bebas (free float market capitalization) UNTR telah turun menjadi sekitar US$ 1,5 miliar, yang berpotensi membuat saham UNTR dikeluarkan dari MSCI Standard Index.

BRI Danareksa Sekuritas juga mencatat sejumlah risiko lain, seperti pemulihan penjualan batu bara yang lebih lemah dari harapan dan peningkatan produksi emas yang berjalan lebih lambat. Semua ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk memangkas target harga saham UNTR menjadi Rp 27.700, dengan rekomendasi tetap untuk beli.

Pemulihan volume pekerjaan PAMA dan peningkatan penjualan emas menjadi fondasi prospek yang baik bagi perusahaan. Namun, tekanan pada margin, kendala logistik, persaingan yang ketat, serta risiko evaluasi MSCI masih jadi perhatian yang perlu dicermati oleh para investor.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Copy Link
Avatar photo
ByReihan
Ikuti ulasan Reihan Satria untuk analisis pasar modal, pergerakan IHSG, dan sentimen bursa saham. Insight investasi dari meja redaksi Market Finware.
Previous Article COHR, APP, EXPE, dan Saham Lainnya: Peluang Investasi Cerah yang Perlu Diperhatikan! COHR, APP, EXPE, dan Saham Lainnya: Peluang Investasi Cerah yang Perlu Diperhatikan!
Next Article Rupiah Melonjak 0,45% Menjadi Rp 18.086 per Dolar AS: Apa yang Mendorong Pergerakan Ini? Rupiah Melonjak 0,45% Menjadi Rp 18.086 per Dolar AS: Apa yang Mendorong Pergerakan Ini?
- Advertisement -
Ad image

Don't Miss

Rupiah Berpotensi Menembus Rp 21.000 Jika Manipulasi Saham Terus Berlanjut
Rupiah Berpotensi Menembus Rp 21.000 Jika Manipulasi Saham Terus Berlanjut
Market
Tiga Langkah Menangkap Potensi Kekurangan Gaji Sebelum Terlambat
Tiga Langkah Menangkap Potensi Kekurangan Gaji Sebelum Terlambat
Bisnis
Windows 11 Siap Hadirkan Pendekatan Baru untuk Fitur Recall—Namun, Apakah Context Vault Cukup Meyakinkan Skeptis AI?
Windows 11 Siap Hadirkan Pendekatan Baru untuk Fitur Recall—Namun, Apakah Context Vault Cukup Meyakinkan Skeptis AI?
Tech
- Advertisement -
Ad image

Baca Juga

Jelajahi insight lain yang sejalan dengan artikel ini!
Indonesia Umumkan Perusahaan dengan Konsentrasi Kepemilikan Tinggi Pasca Dorongan Transparansi MSCI
Market

Indonesia Umumkan Perusahaan dengan Konsentrasi Kepemilikan Tinggi Pasca Dorongan Transparansi MSCI

Reihan
5 April 2026
Iran Siap Buka Pintu Negosiasi: Bebaskan Biaya Melintas di Selat Hormuz Selama 60 Hari
Market

Iran Siap Buka Pintu Negosiasi: Bebaskan Biaya Melintas di Selat Hormuz Selama 60 Hari

Reihan
20 Juni 2026
Bank Dunia Naikkan Vietnam dan Filipina ke Status Pendapatan Menengah Atas
Market

Bank Dunia Naikkan Vietnam dan Filipina ke Status Pendapatan Menengah Atas

Reihan
2 Juli 2026
Indonesia Siap Luncurkan Ekspor Energi Bersih US$30 Miliar ke Singapura di Akhir Tahun ini
Market

Indonesia Siap Luncurkan Ekspor Energi Bersih US$30 Miliar ke Singapura di Akhir Tahun ini

Reihan
12 Mei 2026
Trump: Penangkapan di Pangkalan Udara Inggris Terkait Ancaman Besar bagi AS
Market

Trump: Penangkapan di Pangkalan Udara Inggris Terkait Ancaman Besar bagi AS

Reihan
28 September 2026
BYD Catat Kenaikan Penjualan Tahunan Meski Pasar Masih Lesu, Menurut JPMorgan
Market

BYD Catat Kenaikan Penjualan Tahunan Meski Pasar Masih Lesu, Menurut JPMorgan

Reihan
11 Mei 2026
Apa yang Disampaikan dan Tidak Disampaikan Ketua Fed Kevin Warsh Saat Warga AS Terlelap Kamis Malam?
Market

Apa yang Disampaikan dan Tidak Disampaikan Ketua Fed Kevin Warsh Saat Warga AS Terlelap Kamis Malam?

Reihan
16 Oktober 2026
Saham Australia Menguat di Penutupan Perdagangan, S&P/ASX 200 Naik 0,33%
Market

Saham Australia Menguat di Penutupan Perdagangan, S&P/ASX 200 Naik 0,33%

Reihan
20 Agustus 2026
Show More
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Finware

Baca berita keuangan global real-time, insight market APAC, tren bisnis, dan crypto paling komprehensif. Curi start sebelum market bergerak.

  • Kanal:
  • Market
  • Bisnis
  • Tech
  • Kripto

Personal

  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan

Tentang Kami

  • Beranda
  • Hubungi Kami

© 2026 Finware Media. All Right Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?