Finware
  • Beranda
  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Notification
FinwareFinware
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Search
  • Quick Access
    • Beranda
    • Contact Us
    • Riwayat
    • Disimpan
    • Topik Pilihan
    • Feed
  • Categories
    • News
    • Market
    • Bisnis
    • Kripto
    • Tech

Artikel Populer

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya
Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Reihan
19 April 2026
Oracle Satukan Data AI untuk Berikan Agensi Perusahaan Satu Versi Kebenaran

Oracle Satukan Data AI untuk Perusahaan Agensi Single Version of Truth

Keenan
26 Maret 2026
Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Dirga
27 Maret 2026
© 2026 Finware Media. All Right Reserved.
Finware > Market > Rupiah Berpotensi Menembus Rp 21.000 Jika Manipulasi Saham Terus Berlanjut
Market

Rupiah Berpotensi Menembus Rp 21.000 Jika Manipulasi Saham Terus Berlanjut

Reihan
Last updated: 30 Oktober 2026 7:07 AM
By
Reihan
5 Min Read
Share
Rupiah Berpotensi Menembus Rp 21.000 Jika Manipulasi Saham Terus Berlanjut
SHARE

JAKARTA, investortrust.id – Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, memberikan peringatan serius tentang potensi melemahnya nilai tukar rupiah hingga Rp21.000 per dolar Amerika Serikat jika kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia semakin menurun. Peringatan ini muncul di tengah konteks sedang dilakukannya konsultasi oleh MSCI terkait status pasar modal Indonesia. Hashim menegaskan bahwa dampak dari situasi ini bisa sangat luas, mulai dari penurunan harga saham hingga risiko terhadap kegiatan ekonomi secara keseluruhan.

Dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Hashim meminta agar dunia usaha tidak menganggap remeh persoalan ini. “Jika investasi asing keluar dari pasar saham kita, rupiah bisa semakin lemah. Saya sudah hitung, bisa jadi mencapai Rp20.000 hingga Rp21.000. Bahkan ada yang bilang bisa sampai Rp22.000,” ungkap Hashim, yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi.

Risiko ini sangat nyata, terutama jika masalah yang ditekankan oleh MSCI tidak segera ditangani. Selama ini, MSCI menyoroti adanya ketidaktransparanan dalam struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi. Dengan konsultasi yang berlangsung hingga April 2027, keputusan tentang status pasar belumlah final. Namun, jika status pasar turun menjadi standalone market, ini bisa menjadi masalah besar bagi investor.

Hashim memberi contoh konkret betapa pentingnya stabilitas nilai tukar. Sebagai gambaran, jika sebuah perusahaan memiliki utang dalam dolar AS sebesar US$1 juta, saat ini perusahaan tersebut memerlukan Rp18 miliar untuk membayar utangnya. Namun, bila nilai tukar melemah menjadi Rp21.000, perusahaan harus mengeluarkan Rp21 miliar untuk kewajiban yang sama, menambah tekanan keuangan sebesar Rp3 miliar. “Ini bisa menjadi bencana bagi ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Read more  Inflasi Korea Selatan September Mereda ke 2,9% YoY, Sesuai Prediksi Pasar

Lebih lanjut, Hashim memperingatkan bahwa pelemahan rupiah bisa berimplikasi terhadap seluruh industri, mempengaruhi biaya bahan baku impor, arus kas perusahaan, dan kemampuan pelaku usaha untuk melakukan ekspansi. “Saya minta semua anggota Kadin untuk menghentikan praktik goreng saham. Kita harus menjaga kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi,” tukas Hashim.

Berdasarkan informasi yang diungkap, Hashim menunjukkan betapa banyaknya masyarakat yang berinvestasi di pasar modal. Data menunjukkan bahwa ada 32,7 juta warga Indonesia yang memiliki akun investasi. Sayangnya, penurunan nilai investasi ini menyebabkan banyak ketidakpuasan di kalangan masyarakat. Hashim pun mengakui bahwa dirinya juga terdampak dari penurunan harga saham tersebut.

“Pemerintah harus segera menangani masalah ini. Kita perlu berdiskusi secara terbuka tentang isu yang dihadapi,” ungkapnya. Optimisme memang ada, namun, langkah-langkah perbaikan harus segera dilakukan agar kepercayaan investor bisa dipulihkan. “Saya percaya tahun depan bisa lebih baik, tapi kita harus menghadapi masalah ini sekarang,” imbuhnya.

Sementara itu, pemerintah juga berkomitmen untuk mengambil tindakan nyata dalam memperbaiki keadaan. Hashim mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memintanya untuk membantu melakukan mitigasi terhadap masalah yang dihadapi terkait MSCI. “Jika kita tidak mitigasikan ini, sumber dana untuk pasar modal kita akan semakin kering. Investor asing terpaksa akan keluar jika kita di-downgrade,” jelas Hashim.

Melihat situasi ini, Hashim juga menyoroti praktik perdagangan saham yang tidak sehat di pasar. Ia menyebut adanya saham-saham yang dengan jumlah layak yang terbatas tetapi memiliki valuasi yang tidak masuk akal. Hal ini menurutnya merusak kredibilitas pasar dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi investor lain. “Ada indikasi praktik-praktik yang tidak sehat, kita harus menghentikan semua kegiatan goreng-gorengan ini,” tegasnya.

Read more  Konglomerat Terkaya Vietnam Borong Miliaran untuk Kendaraan Listrik di Tengah Lonjakan Saham 1.000%

Besarnya jumlah masyarakat yang berpartisipasi dalam pasar modal menuntut perhatian lebih dari pemerintah. Dengan banyaknya portofolio investor yang dipertaruhkan, tentu stabilitas pasar menjadi penting agar tidak berimbas pada masalah ekonomi yang lebih besar. “Jangan sampai tekanan pasar berujung pada masalah yang lebih luas, baik secara ekonomi maupun politik,” pesannya.

Dalam visinya tentang ekonomi Indonesia, Hashim tetap optimis akan potensi negara ini. Ia percaya jika administrasi perpajakan diperbaiki dan teknologi dimanfaatkan dengan baik, maka Indonesia dapat meningkatkan penerimaan negara dan memperkuat kemampuan untuk membiayai pembangunan. “Masa depan Indonesia bukan gelap. Dengan langkah-langkah yang tepat, kita bisa melihat cahaya di ujung terowongan,” pungkasnya.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Copy Link
Avatar photo
ByReihan
Ikuti ulasan Reihan Satria untuk analisis pasar modal, pergerakan IHSG, dan sentimen bursa saham. Insight investasi dari meja redaksi Market Finware.
Previous Article Investasi UKM Singapura ke Malaysia Melalui StanChart Melonjak Empat Kali Lipat dalam Setahun! Investasi UKM Singapura ke Malaysia Melalui StanChart Melonjak Empat Kali Lipat dalam Setahun!
- Advertisement -
Ad image

Don't Miss

Defisit Perdagangan AS Meluas di Bulan Agustus Seiring Dengan Lonjakan Impor
Defisit Perdagangan AS Meluas di Bulan Agustus Seiring Dengan Lonjakan Impor
Market
Anthropic Alokasikan 5% Saham untuk Dana Manfaat Publik
Anthropic Alokasikan 5% Saham untuk Dana Manfaat Publik
Bisnis
Thailand Sambut Keterlibatan AS-Myanmar, Harapkan Dialog ASEAN Tentukan Masa Depan Negara tersebut
Thailand Sambut Keterlibatan AS-Myanmar, Harapkan Dialog ASEAN Tentukan Masa Depan Negara tersebut
Market
- Advertisement -
Ad image

Baca Juga

Jelajahi insight lain yang sejalan dengan artikel ini!
Kembalinya F1 ke Malaysia: Kesempatan Kedua Biaya Rendah, Berpotensi Meningkatkan Singapore!
Market

Kembalinya F1 ke Malaysia: Kesempatan Kedua Biaya Rendah, Berpotensi Meningkatkan Singapore!

Reihan
2 Oktober 2026
Kembali Bergairah: Kaum Super Kaya Geliatkan Investasi di Hong Kong di Tengah Ketegangan Perang di Teluk
Market

Kembali Bergairah: Kaum Super Kaya Geliatkan Investasi di Hong Kong di Tengah Ketegangan Perang di Teluk

Reihan
27 Maret 2026
Mengapa Kabut Asap Begitu Parah di Asia Tenggara Tahun Ini?
Market

Mengapa Kabut Asap Begitu Parah di Asia Tenggara Tahun Ini?

Reihan
19 Oktober 2026
Ekspansi Berli Jucker: Putri Miliarder Bir Thailand Serius Garap Pertumbuhan di Luar Negeri
Market

Ekspansi Berli Jucker: Putri Miliarder Bir Thailand Serius Garap Pertumbuhan di Luar Negeri

Reihan
22 Juni 2026
Perlambatan IPO di Indonesia Setelah Otoritas Bursa Tingkatkan Standar Pendaftaran
Market

Perlambatan IPO di Indonesia Setelah Otoritas Bursa Tingkatkan Standar Pendaftaran

Reihan
7 Oktober 2026
PM Inggris Starmer Mundur; Sosok Pengganti Siap Memimpin pada September
Market

PM Inggris Starmer Mundur; Sosok Pengganti Siap Memimpin pada September

Reihan
22 Juni 2026
Jaringan Penipuan Telekomunikasi: Skema 'Pig Butchering' dan Jerat Cinta Serang Indonesia di Tengah Pengetatan Regional
Market

Jaringan Penipuan Telekomunikasi: Skema ‘Pig Butchering’ dan Jerat Cinta Serang Indonesia di Tengah Pengetatan Regional

Reihan
31 Mei 2026
Sektor Manufaktur ASEAN Kesulitan Mengadopsi AI, Bukan Karena Kurangnya Kesadaran, Kata Para Panelis
Market

Sektor Manufaktur ASEAN Kesulitan Mengadopsi AI, Bukan Karena Kurangnya Kesadaran, Kata Para Panelis

Reihan
21 April 2026
Show More
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Finware

Baca berita keuangan global real-time, insight market APAC, tren bisnis, dan crypto paling komprehensif. Curi start sebelum market bergerak.

  • Kanal:
  • Market
  • Bisnis
  • Tech
  • Kripto

Personal

  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan

Tentang Kami

  • Beranda
  • Hubungi Kami

© 2026 Finware Media. All Right Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?