Temasek, perusahaan investasi asal Singapura, baru saja mengakuisisi 9 persen saham di perusahaan manajemen dana yang berbasis di Italia, FSI. Langkah ini juga diikuti dengan rencana penanaman modal tambahan untuk dana-dana FSI di masa mendatang, yang diumumkan pada Senin, 28 September.
FSI saat ini mengelola aset sekitar lima miliar euro (US$5,7 miliar). Ini menandai kerjasama yang semakin erat antara Temasek dan FSI, di mana sebelumnya Temasek sudah berinvestasi di FSI I yang ditutup pada 2019, serta melaksanakan delapan exit di 11 perusahaan portofolionya untuk para investor. Selain itu, Temasek juga berinvestasi di FSI II, yang menjadi dana terbesar di Eropa yang didedikasikan untuk satu negara, yaitu Italia, dan ditutup pada 2024.
Tidak hanya itu, Temasek juga menjadi investor di dana baru FSI, Scale-up Capital Solutions, yang diluncurkan pada 2026 dengan fokus pada usaha kecil dan menengah yang tumbuh cepat di Italia.
Kolaborasi ini juga semakin menegaskan komitmen Temasek di pasar Italia, yang sudah berjalan lebih dari 10 tahun. Dalam perjalanan tersebut, mereka memiliki kepentingan langsung dan tidak langsung di perusahaan-perusahaan seperti Ermenegildo Zegna Group, Golden Goose, dan Moncler.
Menurut FSI, kemitraan ini akan “memperdalam keterlibatan Temasek pada pasar menengah Italia,” di mana banyak perusahaan saat ini membutuhkan “modal ekuitas yang substansial.”
FSI mendefinisikan pasar menengah Italia sebagai bisnis yang memiliki pendapatan antara 70 juta hingga 200 juta euro, dengan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) antara 10 juta hingga 30 juta euro. Bisnis-bisnis ini biasanya dimiliki oleh keluarga dan berorientasi pada ekspor sebagai pemimpin pasar niche.
Italia sendiri memiliki sekitar 10.000 perusahaan di kategori ini, namun hanya sekitar 10 persen yang telah menarik investor ekuitas institusional atau tercatat di bursa saham.
Nagi Hamiyeh, Presiden Temasek Global Investments, menyatakan bahwa “Italia adalah bagian integral dari strategi Eropa Temasek. Kami berinteraksi dengan dewan dan manajemen perusahaan dalam hal strategi dan tata kelola, sementara urusan operasional sehari-hari kami serahkan pada mereka, dan kami bisa ikut berpartisipasi secara langsung saat mereka berkembang.”
Dengan semua langkah ini, tampaknya Temasek semakin optimis akan potensi pasar Italia, terutama di sektor usaha kecil dan menengah yang sedang tumbuh pesat. Kolaborasi yang solid seperti ini tak hanya menguntungkan bagi kedua pihak, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal di Italia.

