Thailand sedang mempertimbangkan investasi dalam proyek ekspor gas alam cair (LNG) di AS, menurut sumber yang mengetahui masalah ini. Negara Asia Tenggara tersebut berusaha untuk memperkuat kebutuhan keamanan energinya.
PTT, perusahaan energi milik negara Thailand, sedang berdiskusi dengan para pengembang untuk kesepakatan ekuitas dan pasokan dalam jangka panjang, termasuk dengan Woodside Energy Group mengenai fasilitas LNG mereka di Louisiana. Sumber-sumber yang mengungkapkan informasi ini meminta untuk tidak disebutkan namanya karena pembicaraan ini masih bersifat rahasia.
AS hanyalah salah satu negara yang dicari oleh PTT untuk memperluas portofolio LNG mereka. Perusahaan ini menyatakan hal tersebut dalam rilis kepada Bloomberg News, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Woodside sendiri menolak untuk memberikan komentar terkait hal ini.
Beberapa importir LNG terkemuka di Asia, termasuk Thailand, menghadapi gangguan pasokan akibat perang di Iran, yang menghambat pengiriman dari Timur Tengah dan menyebabkan lonjakan harga. Thailand memiliki kontrak jangka panjang dengan Qatar, tetapi terpaksa mengambil muatan spot yang mahal untuk memenuhi permintaan.
Upaya untuk mendiversifikasi pasokan dari Timur Tengah setelah perang memicu minat yang meningkat terhadap pabrik LNG Woodside di Louisiana. CEO Woodside, Liz Westcott, menyatakan pada bulan Mei bahwa proyek yang saat ini dalam tahap konstruksi ini ditargetkan untuk mulai mengirimkan LNG pada tahun 2029.
Di samping itu, pemerintah Thailand berencana untuk mempercepat investasi dalam infrastruktur impor LNG. Prasert Sinsukprasert, sekretaris tetap kementerian energi, mengungkapkan kepada wartawan pada bulan Juni bahwa pembangunan pusat data baru diharapkan akan secara signifikan meningkatkan permintaan listrik.
Langkah-langkah ini menunjukkan niatan Thailand untuk mengatasi tantangan di sektor energi dan memastikan pasokan yang stabil di masa depan. Dengan pertumbuhan permintaan energi dan ketidakpastian geopolitik, perkembangan ini patut diperhatikan bagi semua investor dan pelaku pasar yang terlibat di sektor energi global. Mengingat bahwa diversifikasi pasokan dapat menjadi kunci dalam menanggapi dinamika yang terjadi, semua mata kini tertuju pada bagaimana PTT mengimplementasikan rencana ini dan bagaimana pasar akan bereaksi terhadap langkah-langkah tersebut.

