Perusahaan Neolix yang berbasis di Beijing, yang fokus pada kendaraan otonom dan logistik, baru saja mendapatkan persetujuan untuk mulai menguji coba kendaraan otonomnya di Malaysia. Pengumuman ini disampaikan pada hari Senin, 29 Juni.
Persetujuan tersebut diberikan oleh Kementerian Transportasi Malaysia dalam kerangka National Regulatory Sandbox untuk kendaraan pengiriman otonom. Neolix menyatakan bahwa uji coba di jalan raya akan dimulai dalam beberapa minggu ke depan di Cyberjaya, Selangor, yang merupakan lokasi jalur pengujian kendaraan otonom di Malaysia.
Jalur pengujian ini mencakup zona terbatas dan jalan umum serta bertujuan untuk mengevaluasi kendaraan dalam konteks perkotaan yang sebenarnya. Pengujian dalam sandbox diharapkan bisa diselesaikan secara bertahap sepanjang paruh kedua tahun 2026.
Neolix bekerja sama dengan tiga mitra dalam program percontohan ini. Dua di antaranya adalah perusahaan Malaysia: Tiong Nam Logistics dan Asia Mobiliti, yang masing-masing bergerak di bidang logistik dan solusi mobilitas, serta MindHub, sebuah perusahaan kecerdasan buatan yang terdaftar di Singapura.
Mereka akan mengevaluasi berbagai aplikasi seperti pengiriman paket, logistik kampus, dan pengiriman e-commerce sesuai permintaan. Hal ini diharapkan dapat mendukung perluasan komersial di seluruh Asia Tenggara, menurut keterangan pihak perusahaan.
Menuju Ekspansi di Asia Tenggara
Neolix menilai langkah ini sebagai awal dari ekspansi di Asia. “Malaysia adalah langkah penting berikutnya dalam strategi ekspansi internasional Neolix. Kami melihat adanya permintaan jangka panjang yang kuat untuk infrastruktur logistik otonom di seluruh wilayah, dan Malaysia menyediakan lingkungan yang ideal untuk memvalidasi teknologi yang dirancang khusus untuk pasar Asia yang padat,†ujar seorang perwakilan perusahaan.
Neolix menambahkan bahwa sistem lalu lintas kiri Malaysia adalah “lingkungan pengujian yang berharga†untuk penerapan lebih lanjut di Asia-Pasifik. Pasar utama dengan sistem lalu lintas serupa antara lain Singapura, Thailand, dan Indonesia.
Sebelumnya, pada bulan Juni, Neolix dan QuikBot Technologies yang berbasis di Singapura telah menandatangani kemitraan strategis untuk membangun solusi pengiriman otonom di Republik tersebut.
Didirikan pada tahun 2018, Neolix mengklaim telah menerapkan sistem pengiriman otonom di lebih dari 15 negara dan 300 kota. Mereka berencana untuk mengerahkan lebih dari 10.000 kendaraan di Uni Emirat Arab pada akhir tahun 2026, serta memperluas operasi di Saudi Arabia, Qatar, dan Oman.

