[HONG KONG] Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengunjungi Beijing pada 20 Mei, seperti dilaporkan oleh South China Morning Post (SCMP). Kunjungan ini akan berlangsung beberapa hari setelah KTT antara Presiden Xi Jinping dan rekan sejawatnya dari AS, Donald Trump.
Kunjungan yang hanya sehari ini dianggap sebagai bagian rutin dari hubungan Kremlin dengan Beijing, menurut sumber-sumber yang tak disebutkan namanya. Kunjungan ini sepertinya tidak akan melibatkan upacara megah seperti parade.
Kementerian Luar Negeri China belum memberikan tanggapan terkait permintaan komentar. Kremlin juga belum secara resmi mengumumkan tanggal kunjungan ini.
Kunjungan Putin ke China ini akan menjadi perjalanan pertamanya ke luar negeri tahun ini, yang menunjukkan kedekatan antara Beijing dan Moskow. Kedua negara menganggap satu sama lain sebagai mitra penting dalam upaya bersama untuk menantang tatanan dunia yang dipimpin AS.
Selama empat tahun terakhir, Beijing menjadi sekutu utama bagi Moskow saat Rusia menghadapi sanksi ekonomi berat dari Barat akibat perang di Ukraina. China telah membantu mengurangi dampak sanksi tersebut sejak awal perang dengan membeli minyak Rusia dan menjual barang-barang dual-use kepada tetangganya.
Pada bulan lalu, Xi menekankan stabilitas hubungan dengan Moskow dan berjanji untuk meningkatkan koordinasi bilateral selama pertemuan dengan menteri luar negeri Rusia.
Awal bulan ini, Putin juga menyatakan bahwa kedua negara “secara prinsip” berada pada tingkat kesepakatan tinggi untuk melangkah maju dalam kerjasama di sektor gas dan minyak, serta ingin berbicara dengan Xi tentang energi nuklir.
Keduanya tampak semakin terhubung, menandakan sebuah kemitraan yang mungkin akan bertahan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

