TL;DR: Microsoft Research mengungkap sistem Magnetar yang mempercepat pembuatan bukti eksekusi program dengan menggunakan kriptografi berbasis hash standar.
Sistem zero-knowledge menawarkan kemungkinan untuk memeriksa suatu komputasi tanpa perlu mempercayai mesin yang melakukannya. Namun, satu hal yang bikin sistem ini susah diterapkan adalah biaya untuk menghasilkan bukti-bukti tersebut. Pengumuman Magnetar dari Microsoft Research pada 15 Oktober lalu mengatasi bottleneck ini dengan menggunakan mesin virtual yang dirancang untuk membuktikan program-program biasa.
Para peneliti menyebutkan bahwa Magnetar mendukung kode yang dikompilasi dari Rust, Go, dan C, dan dilaporkan beroperasi antara 10 hingga 39 kali lebih cepat dibandingkan dengan beberapa sistem pembuktian sebanding dalam pengujian mereka. Proses verifikasi membutuhkan waktu sekitar 12 milidetik, menurut tes dari Microsoft. Sistem ini dibangun mengunakan fungsi hash standar, sebuah desain yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada kriptografi yang rentan terhadap serangan kuantum di masa depan.
Bagi blockchain, biaya pembuktian yang lebih rendah bisa memudahkan penggunaan komputasi offchain yang dapat diverifikasi serta logika aplikasi yang kompleks. Namun, angka-angka benchmark ini tak menjamin adanya peningkatan yang sama di dalam produksi rollup atau beban kerja smart contract yang berbeda. Integrasi, kondisi perangkat keras, dan ukuran bukti semua memegang peranan penting.
Penggunaan yang lebih luas juga berpotensi muncul: institusi dan agen AI bisa mengeluarkan bukti yang dapat diverifikasi bahwa perangkat lunak mengikuti instruksi yang ditetapkan tanpa mengekspos data pribadi yang mendasarinya. Penelitian ini menunjukkan kemungkinan ke depan di mana bukti kriptografi melekat pada lebih banyak operasi komputer biasa, meskipun masa depan tersebut tergantung pada implementasi di luar laboratorium.

