Finware
  • Beranda
  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Notification
FinwareFinware
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Search
  • Quick Access
    • Beranda
    • Contact Us
    • Riwayat
    • Disimpan
    • Topik Pilihan
    • Feed
  • Categories
    • News
    • Market
    • Bisnis
    • Kripto
    • Tech

Artikel Populer

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya
Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Reihan
19 April 2026
Oracle Satukan Data AI untuk Berikan Agensi Perusahaan Satu Versi Kebenaran

Oracle Satukan Data AI untuk Perusahaan Agensi Single Version of Truth

Keenan
26 Maret 2026
Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Dirga
27 Maret 2026
© 2026 Finware Media. All Right Reserved.
Finware > Market > Rupiah Tertekan, Hampir Sentuh Rp 18.200 per Dolar AS
Market

Rupiah Tertekan, Hampir Sentuh Rp 18.200 per Dolar AS

Reihan
Last updated: 28 Oktober 2026 10:21 AM
By
Reihan
3 Min Read
Share
Rupiah Tertekan, Hampir Sentuh Rp 18.200 per Dolar AS
SHARE

JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Rabu (28/10/2026). Kali ini, pelemahan mencapai 0,06%, membawa nilai rupiah ke level Rp 18.166 per dolar AS, mendekati angka Rp 18.200. Sejak awal tahun, rupiah sudah melemah lebih dari 7,5%, menunjukkan betapa tertekannya mata uang kita di pasar global.

Tak hanya rupiah, dua mata uang di kawasan ASEAN juga terlihat melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura merosot 0,05%, sementara baht Thailand mengalami penurunan sebesar 0,14%. Di sisi lain, yuan China hanya melemah sedikit, yakni 0,01%, sedangkan won Korea Selatan terpuruk hingga 0,75%.

Walaupun ada beberapa mata uang yang melemah, tidak semua yang menunjukkan tren negatif. Beberapa mata uang mengalami penguatan, seperti ringgit Malaysia yang kini menguat 0,11%, rupee India yang meningkat 0,08%, dan yen Jepang yang naik 0,03%. Ini menunjukkan dinamika yang menarik dalam perekonomian kawasan dan dampak dari situasi global.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyoroti bahwa potensi pelemahan rupiah masih ada, terutama terkait dengan kenaikan indeks dolar AS. Data dari Bloomberg menunjukkan DXY menguat di posisi 102,3. Artinya, kekuatan dolar AS masih dominan dalam perdagangan internasional saat ini.

Kenaikan dolar AS ini dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap sikap hawkish dari Federal Reserve (the Fed) dalam pertemuan FOMC malam ini. Hal ini menciptakan ketidakpastian di kalangan investor. Lukman menambahkan, “Harga minyak yang masih tinggi dan langkah net sell dari investor asing di pasar ekuitas domestik juga masih menjadi beban.” Situasi ini menciptakan tantangan tersendiri bagi pelaku pasar global, termasuk Indonesia.

Sementara itu, IHSG juga membuka perdagangan dengan melemah 0,32%, bertolak belakang dengan tren pasar Asia yang cenderung positif. Kenaikan harga minyak terus menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya terhadap biaya operasional perusahaan di dalam negeri. Investor domestik sepertinya harus lebih berhati-hati dalam mengambil posisi, mengingat sentimen negatif yang melanda pasar akhir-akhir ini.

Read more  Ketua Ombudsman RI Ditangkap Terkait Kasus Suap Setelah Hanya Enam Hari Menjabat

Dengan semua yang terjadi ini, investor dan para pengamat pasar akan tetap memantau perkembangan ekonomi global dan lokal, terutama menjelang pertemuan penting the Fed malam ini. Dampak dari keputusan moneter tersebut bisa jadi berpengaruh besar terhadap nilai tukar, juga terhadap pergerakan saham di pasar domestik.

Dalam menghadapi keadaan ini, diversifikasi portofolio menjadi langkah yang bijaksana. Investor bisa mempertimbangkan untuk meninjau ulang komposisi investasi mereka, apakah perlu menambah aset yang lebih stabil, atau justru memanfaatkan peluang di sektor-sektor yang berpotensi tumbuh.

Secara keseluruhan, pasar finansial menunjukkan volatilitas yang cukup tajam, dan semua orang, dari trader harian hingga investor jangka panjang, harus tetap peka terhadap setiap perkembangan. Karena dalam dunia investasi, situasi bisa berubah dalam sekejap, dan keputusan yang tepat dapat menjadi penentu sukses.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Copy Link
Avatar photo
ByReihan
Ikuti ulasan Reihan Satria untuk analisis pasar modal, pergerakan IHSG, dan sentimen bursa saham. Insight investasi dari meja redaksi Market Finware.
Previous Article Penelitian Magnetar Microsoft Berpotensi Mengubah Biaya Bukti di Blockchain Penelitian Magnetar Microsoft Berpotensi Mengubah Biaya Bukti di Blockchain
Next Article Persediaan GPU RTX 5090 Nvidia semakin menipis, harga diprediksi melonjak menyusul rumor terbaru Persediaan GPU RTX 5090 Nvidia semakin menipis, harga diprediksi melonjak menyusul rumor terbaru
- Advertisement -
Ad image

Don't Miss

Pasar Aset Ter-tokenisasi Solana Melonjak Lebih dari Enam Kali Lipat dalam Setahun!
Pasar Aset Ter-tokenisasi Solana Melonjak Lebih dari Enam Kali Lipat dalam Setahun!
Kripto
Saham Micron Terjerembab Menuju Penurunan Bulanan Terburuk dalam 11 Tahun di Tengah Keresahan China
Saham Micron Tertekan Lebih Dalam di Tengah Persaingan Ketat di China
Market
Era Baru Open Source: Eric S. Raymond Prediksi Hilangnya Rahasia Perangkat Lunak!
Era Baru Open Source: Eric S. Raymond Prediksi Hilangnya Rahasia Perangkat Lunak!
Tech
- Advertisement -
Ad image

Baca Juga

Jelajahi insight lain yang sejalan dengan artikel ini!
Transisi Energi Asia Tenggara: Perbaikan Jaringan Dasar yang Diperlukan
Market

Transisi Energi Asia Tenggara: Perbaikan Jaringan Dasar yang Diperlukan

Reihan
2 Juni 2026
Hyundai dan ST Engineering Melobi Kontrak Kapal Perang Thailand senilai US$530 Juta
Market

Hyundai dan ST Engineering Melobi Kontrak Kapal Perang Thailand senilai US$530 Juta

Reihan
24 April 2026
Prabowo Perintahkan Audit Kontrak Setelah Antrian Panjang di Bali, Menteri Bahlil dan Pertamina Beri Jaminan Kepercayaan Proyek
Market

Prabowo Perintahkan Audit Kontrak Setelah Antrian Panjang di Bali, Menteri Bahlil dan Pertamina Beri Jaminan Kepercayaan Proyek

Reihan
25 Oktober 2026
Eropa Perluas Peluang Energi di Tengah Meningkatnya Risiko LNG
Market

Eropa Perluas Peluang Energi di Tengah Meningkatnya Risiko LNG

Reihan
11 April 2026
PM Malaysia Anwar Jalani Prosedur Medis, Ini Penjelasan dari Juru Bicara
Market

PM Malaysia Anwar Jalani Prosedur Medis, Ini Penjelasan dari Juru Bicara

Reihan
10 Agustus 2026
Pasar Hati-Hati: Kenaikan Suku Bunga Mungkin Tidak Terjadi, Menurut Amundi
Market

Pasar Hati-Hati: Kenaikan Suku Bunga Mungkin Tidak Terjadi, Menurut Amundi

Reihan
12 Juni 2026
BYD Catat Kenaikan Penjualan Tahunan Meski Pasar Masih Lesu, Menurut JPMorgan
Market

BYD Catat Kenaikan Penjualan Tahunan Meski Pasar Masih Lesu, Menurut JPMorgan

Reihan
11 Mei 2026
Arab Saudi Kembali Operasikan Pipa Minyak Timur-Barat dengan Kapasitas Penuh 7 Juta BPD Usai Serangan
Market

Arab Saudi Kembali Operasikan Pipa Minyak Timur-Barat dengan Kapasitas Penuh 7 Juta BPD Usai Serangan

Reihan
12 April 2026
Show More
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Finware

Baca berita keuangan global real-time, insight market APAC, tren bisnis, dan crypto paling komprehensif. Curi start sebelum market bergerak.

  • Kanal:
  • Market
  • Bisnis
  • Tech
  • Kripto

Personal

  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan

Tentang Kami

  • Beranda
  • Hubungi Kami

© 2026 Finware Media. All Right Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?