Pendiri dan CEO OKX, Star Xu, menyatakan bahwa bursa tersebut akan terus memprioritaskan kepatuhan di atas keuntungan jangka pendek, seiring regulator semakin memperhatikan platform crypto di seluruh dunia.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di media sosial, Xu menjelaskan bahwa perusahaan keuangan global tidak bisa menawarkan semua produk atau melayani setiap pelanggan. Dia menekankan bahwa mengikuti hukum, menghormati regulator, dan mengelola risiko terkadang berarti melepaskan pendapatan jangka pendek. Namun, ini membantu melindungi pengguna, platform, dan industri crypto secara keseluruhan dalam jangka panjang.
一家真æ£çš„å…¨çƒé‡‘èžæœºæž„ï¼Œä¸æ˜¯æ‰€æœ‰ä¸šåŠ¡éƒ½èƒ½åšï¼Œä¹Ÿä¸æ˜¯æ‰€æœ‰å®¢æˆ·éƒ½èƒ½æœåŠ¡ã€‚éµå®ˆæ³•律ã€å°Šé‡ç›‘管ã€åšå¥½é£Žé™©ç®¡ç†ï¼Œæœ‰æ—¶å€™æ„味ç€å¿…é¡»æ”¾å¼ƒä¸€äº›çŸæœŸæ”¶å…¥ã€‚长期æ¥çœ‹ï¼Œè¿™æ‰æ˜¯çœŸæ£ä¿æŠ¤ç”¨æˆ·ã€ä¿æŠ¤å¹³å°ã€ä¿æŠ¤è¡Œä¸šçš„åšæ³•。
— Star_OKX (@star_okx) June 26, 2026
Xu juga mengangkat topik pasar prediksi, yang semakin populer di kalangan pengguna crypto melalui platform blockchain. Dia menjelaskan bahwa pasar prediksi masih merupakan produk baru, dan status hukum mereka berbeda dari satu negara ke negara lain. Oleh karena itu, OKX tidak secara otomatis memperlakukan uang yang terkait dengan pasar prediksi sebagai perjudian. Sebaliknya, mereka meninjau setiap kasus berdasarkan hukum lokal, regulasi, dan tingkat risikonya.
Pertanyaan tentang pembatasan akun
Komentar tersebut muncul setelah terjadi diskusi di media sosial di mana seorang pengguna crypto mengungkapkan bahwa temannya mengeluhkan bahwa OKX telah membatasi akunnya. Sesuai dengan postingan tersebut, akun tersebut dibatasi setelah pengguna tersebut melakukan deposit USDT yang terkait dengan perjudian online ilegal. Bursa dilaporkan membolehkan pelanggan menarik dana, tetapi membatasi penggunaan lebih lanjut dari akunnya.
Diskusi yang sama juga menimbulkan pertanyaan mengenai apakah dana yang berasal dari pasar prediksi berbasis blockchain seperti Polymarket akan menghadapi pemeriksaan serupa ketika dikirim ke OKX.
Bursa crypto menghadapi berbagai aturan di seluruh dunia
Masalah ini menunjukkan tantangan yang dihadapi bursa crypto global. Sebuah dompet atau alamat blockchain mungkin terhubung dengan aktivitas legal di satu negara, tetapi mengalami pembatasan di negara lain. Ini berarti bursa tidak bisa hanya bergantung pada catatan blockchain saat meninjau transaksi.
Perusahaan crypto besar, termasuk OKX, telah meningkatkan pemeriksaan terhadap deposit dan penarikan dalam beberapa tahun terakhir seiring regulator menuntut kontrol yang lebih ketat terhadap pencucian uang, penipuan, dan perjudian ilegal. Bursa sekarang menggunakan alat pelacakan blockchain bersama dengan sistem risiko internal untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan sebelum masuk ke platform.
Bagi pengguna crypto, komentar Xu menunjukkan bahwa akses ke bursa tidak hanya bergantung pada kepemilikan aset digital, tetapi juga dari mana dana tersebut berasal dan apakah memenuhi aturan lokal. Seiring bertumbuhnya pasar prediksi, bursa kemungkinan akan terus meninjau transaksi ini satu per satu, bukan menerapkan satu aturan di setiap negara.

