Pengumuman besar terkait cadangan Bitcoin milik Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan datang dalam beberapa minggu ke depan. Pernyataan ini diungkapkan oleh penasihat crypto Gedung Putih, Patrick Witt, saat konferensi Bitcoin di Las Vegas awal pekan ini.
Bitcoin: Momentum Pasar, Bukan Hanya Narasi
Waktu pengumuman tersebut tampaknya pas, karena Bitcoin saat ini berada jauh di bawah angka $100.000, sebuah level yang belum tersentuh sejak pertengahan November. Cryptocurrency ini bahkan sempat merosot ke titik terendah tahun ini di $60.000 pada bulan Februari sebelum kembali naik mendekati $78.250. Meski dalam perjalanan yang sulit, beberapa analis berpendapat bahwa Bitcoin tidak perlu memiliki faktor pendorong yang heboh untuk naik lebih tinggi.
Michael van de Poppe, pendiri MN Trading Capital, mengatakan pada hari Jumat bahwa harga sendiri yang akan menarik perhatian. “Harga bergerak naik, dan narasi akan terbentuk dengan sendirinya,” tulisnya di X. Pendapatnya berbenturan dengan kepercayaan umum bahwa Bitcoin memerlukan cerita yang menarik sebelum investor terjun.
Van de Poppe sebelumnya pernah menanyakan kepada publik narasi apa yang akan membawa Bitcoin kembali ke enam angka dan menjawabnya sendiri dengan menyatakan bahwa tidak ada yang diperlukan.
Narrative apa yang akan membawa #Bitcoin ke $100K?
Tidak perlu ada narasi yang mendorong harga naik.
Harga bergerak naik, dan narasi akan muncul dengan sendirinya.
Pada titik ini, rasanya tidak ada narasi lagi yang akan menggerakkan…
— Michaël van de Poppe (@CryptoMichNL) 1 Mei 2026
Dia menekankan pentingnya menggunakan matematika, statistik, dan logika sebagai alat investasi, serta menyebutkan bahwa wilayah harga saat ini adalah waktu yang baik untuk mengakumulasi. Argumennya membalik skenario biasa: bukan menunggu katalis, tetapi dia menyarankan katalis akan muncul setelah harga bergerak.
Perhatian Beralih ke Tempat Lain
Salah satu hal yang membuat momen ini terasa berbeda adalah di mana perhatian investor sekarang tertuju. Saham-saham AI dan sektor teknologi lainnya telah menarik perhatian dari crypto. Nvidia, sebagai saham terbesar terkait AI berdasarkan kapitalisasi pasar, mengalami kenaikan sekitar 5% sejak 1 Januari.
Sementara itu, Bitcoin selama periode yang sama justru turun lebih dari 8%. Selisih ini menceritakan banyak tentang ke mana arus uang dan pikiran investor mengalir.
Perkembangan regulasi juga menjadi kartu as yang berpotensi memicu pergerakan harga. RUU CLARITY yang diusulkan di AS, yang bertujuan memberi aturan yang lebih jelas untuk industri crypto, disebut-sebut oleh beberapa pihak sebagai katalisator harga yang mungkin terjadi.
Teks imbalan final dalam RUU CLARITY sekarang sudah dipublikasikan.
Kami telah jelas sepanjang proses ini: banyak perdebatan ini didasarkan pada risiko yang dibayangkan, bukan bukti nyata, dan bukan didasarkan pada pemahaman yang nyata tentang bagaimana crypto sebenarnya bekerja.
Namun, industri crypto menunjukkan… https://t.co/XoQ7Zp1Y39
— Faryar Shirzad 🛡️ (@faryarshirzad) 1 Mei 2026
Tetapi trader veteran Peter Brandt menanggapi ide ini dengan skeptis. Dia mengatakan kepada wartawan pada bulan Desember bahwa meskipun legislasi tersebut akan menjadi perkembangan positif, seharusnya tidak diharapkan untuk menggerakkan pasar dalam skala besar. “Diperlukan tentu saja, tetapi bukan sesuatu yang seharusnya mendefinisikan nilai,” ujar Brandt.
Dorongan Regulasi dan Sinyal Kebijakan
Pada hari Jumat, kepala hukum Coinbase Faryar Shirzad menyatakan bahwa saatnya untuk menyelesaikan RUU CLARITY, setelah dirilisnya ketentuan baru mengenai imbal hasil stablecoin. Perkembangan RUU ini diawasi dengan cermat oleh para pelaku industri yang berharap aturan yang lebih jelas dapat menarik lebih banyak dana institusional.
Gambar utama dari MetaAI, grafik dari TradingView

