Tether baru saja berinvestasi dalam putaran pendanaan sebesar $134 juta untuk Stablecoin Development Corp (NYSE American: SDEV). Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas akses pasar publik ke ekonomi stablecoin dan memperkuat infrastruktur yang mendukung industri blockchain-Web3.
Putaran pendanaan ini melibatkan seabrek pendukung ternama, termasuk R01 Fund LP dan Framework Ventures. Stablecoin Development Corp, perusahaan yang terdaftar secara publik, berencana menggunakan dana ini untuk menjembatani antara keuangan tradisional dan ruang aset digital yang terus berkembang, dengan fokus pada penyimpanan yang diatur dan protokol on-chain.
Tether Backs $134 Million Raise as Stablecoin Infrastructure Expands into Mainstream Use Cases
Learn more: https://t.co/U1tHRSEcfC
— Tether (@tether) April 15, 2026
Memperkuat jalur stablecoin
Keterlibatan Tether ini datang di saat perusahaan tersebut agresif melakukan ekspansi. Baru-baru ini, Tether meluncurkan aplikasi penyimpanan mandiri “Tether.wallet” dan memperluas produk emas tokenized-nya, Tether Gold (XAU₮), ke BNB Chain. Inisiatif ini menggarisbawahi strategi yang lebih luas untuk menguasai saluran onboarding “cash-to-crypto”, terutama di pasar yang sedang berkembang.
Paolo Ardoino mengumumkan peluncuran Tether Wallet sebagai aplikasi penyimpanan mandiri yang sepenuhnya. Aplikasi ini mendukung USDT, USAT, XAUT, dan Bitcoin (on-chain dan Lightning), dengan fitur seperti tanpa biaya gas, nama pengguna yang sederhana (@tether.me), dan kemudahan backup. Dengan langkah ini, Tether berusaha membawa infrastruktur stablecoin dan token emasnya langsung kepada 570 juta pengguna secara global, menghindari perantara yang biasa. Aplikasi ini fokus pada pengalaman pengguna yang ramah, termasuk backup cloud satu klik dan swap lintas rantai yang disederhanakan, dibangun di atas Tether’s open-source Wallet Development Kit.
Volume transaksi stablecoin telah melejit, mencapai kapitalisasi pasar total lebih dari $310 miliar pada awal 2026. USDT masih menduduki posisi teratas di pasar, dengan pangsa sekitar 60%. Investasi di SDEV ini sejalan dengan pendanaan Tether baru-baru ini sebesar $5,2 juta untuk Ark Labs guna meningkatkan akses stablecoin di jaringan Bitcoin.
Adopsi mainstream dan perubahan regulasi
Peralihan “mainstream” untuk stablecoin semakin didorong oleh kejelasan regulasi, seperti GENIUS Act di Amerika Serikat dan MiCA di Eropa. Lembaga keuangan besar kini tidak lagi memandang stablecoin sebagai aset spekulatif, melainkan sebagai alat praktis untuk penyelesaian instan 24/7 dan pengoptimalan kas.
Laporan sebelumnya dari DeFi Planet menyebutkan bahwa Tether bakal memasuki era scrutiny keuangan yang baru dengan menunjuk KPMG untuk melakukan audit laporan keuangan penuh pertama kalinya. Langkah ini menjadi sinyal pergeseran besar bagi raksasa stablecoin senilai $184 miliar ini, yang selama ini bergantung pada pengesahan berkala ketimbang audit menyeluruh.
Dengan semua perkembangan ini, Tether terus menunjukkan ambisi untuk menjadi pemimpin di dalam industri stablecoin, dan siap untuk memperkuat kehadirannya di pasar yang semakin kompetitif.

