Polymarket Under Investigasi Federal
Polymarket kini tengah berada di bawah investigasi federal, berdasarkan laporan dari dua sumber terpercaya. Hal ini terungkap di minggu yang sama ketika dua senator mendesak lembaga tersebut untuk membuka probe terkait laporan Wall Street Journal tentang promosi kemenangan taruhan palsu di media sosial yang dilakukan oleh perusahaan ini.
Shayne Coplan, CEO Polymarket, terlihat di lantai Bursa Efek New York pada 13 November 2025. Laporan terkini mencuatkan beberapa masalah serius terkait perusahaan ini.
Fakta Penting
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) memang tengah melakukan investigasi terhadap pasar taruhan online, meskipun mereka belum mengonfirmasi hal ini secara publik. Laporan dari Wall Street Journal dan CNBC mengungkapkan bahwa penyelidikan ini mungkin lebih dalam dari yang kita sadari.
Minggu lalu, Wall Street Journal merilis hasil investigasi mengenai praktik pemasaran menyesatkan yang dilakukan oleh Polymarket, di mana sebagian besar kreator konten muda mengunggah video kemenangan taruhan palsu menggunakan aplikasi itu.
Dalam sebuah surat yang dikirim kepada ketua CFTC, Michael Selig, Senator John Curtis (R., Utah) dan Adam Schiff (D., Calif.) menyatakan bahwa perilaku yang terungkap dalam investigasi tersebut sangat meresahkan. Mereka menekankan bahwa CFTC mungkin tidak siap untuk mengawasi kegiatan yang semakin mirip dengan perjudian ini.
Ini juga akan menjadi tindakan penegakan hukum berprofil tinggi pertama terhadap pasar prediksi di bawah kepemimpinan Selig, yang sebelumnya dikenal sebagai pendukung aktif untuk pasar jenis ini.
Pada Juli 2025, lembaga federal dan Departemen Kehakiman secara tiba-tiba menghentikan penyelidikan yang sebelumnya diluncurkan di era Biden mengenai pelanggaran Polymarket terhadap perjanjian yang melarang pengguna di AS mengakses pasar prediksi mereka.
Di sisi lain, sebuah kelompok advokasi konsumen menggugat Polymarket, CEO Shayne Coplan, dan CMO Matthew Modabber pada hari Jumat lalu, dengan tuduhan bahwa mereka menggunakan “berbagai lapisan manipulasi” untuk menargetkan iklan menyesatkan kepada mahasiswa.
Juru bicara CFTC menolak untuk memberikan komentar, dan Polymarket belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari media.
Pernyataan Kunci
Dalam surat tersebut, Curtis dan Schiff menegaskan, “Perilaku yang terlihat publik di sini tidak mencerminkan pasar keuangan yang sehat untuk lindung nilai atau penemuan harga.”
Kesalahan Latar Belakang
Polymarket dilarang untuk melayani pengguna di AS sejak tahun 2022 setelah regulator federal menemukan bahwa mereka gagal mendaftarkan pasar dengan benar. Sorotan terhadap perusahaan ini semakin meningkat setelah pemilihan 2024, ketika pasar prediksi meningkat populer setelah banyak pengguna memprediksi kemenangan Trump dengan benar.
Pada November 2024, agen FBI menggeledah apartemen Shayne Coplan di Manhattan dan menyita ponsel serta perangkat elektroniknya sebagai bagian dari penyelidikan kriminal terkait pembukaan akses bagi pengguna AS. Coplan kemudian menyatakan di akun X-nya bahwa ia melihat penggeledahan itu sebagai “upaya terakhir” dari pemerintahan Biden untuk menyerang perusahaan yang dianggap bersangkutan dengan lawan politik.
Penyelidikan yang dilakukan secara bersama oleh CFTC dan Departemen Kehakiman ini dihentikan tanpa adanya dakwaan pada Juli 2025, dan Polymarket mendapatkan izin regulasi untuk beroperasi di AS beberapa bulan setelahnya. Administrasi Trump juga dikenal mendukung pasar prediksi meskipun banyak kontroversi terkait perdagangan orang dalam dan manipulasi pasar, serta klasifikasinya yang dianggap sebagai perjudian.
Penilaian Forbes
Coplan sempat memegang gelar miliarder termuda di dunia pada usia 27 tahun pada Oktober lalu ketika perusahaan induk Bursa Efek New York berinvestasi sebesar $2 miliar di Polymarket, yang memberikan penilaian perusahaan ini mencapai $9 miliar. Rival utama Polymarket, Kalshi, juga mencetak kekayaan miliaran dolar untuk para pendirinya setelah mengumpulkan dana $1 miliar dengan valuasi $11 miliar pada bulan Desember.
Co-founder Kalshi, Luana Lopes Lara, kini mengklaim gelar miliarder perempuan termuda yang sukses.
Tanggapan dan Investasi Lainnya
Donald Trump Jr. diketahui sebagai investor di Polymarket dan juga berperan sebagai penasihat berbayar untuk rivalnya, Kalshi. Menurut Financial Times, anak presiden ini pernah memiliki saham senilai $300,000 di Kalshi sebelum startup tersebut mencapai valuasi $2 miliar pada Juni 2025. Saat ini, Kalshi telah dinilai mencapai $22 miliar berkat putaran pendanaan senilai satu miliar dolar pada bulan Mei dan sedang mengincar putaran pendanaan baru pada valuasi $40 miliar.

