Selama beberapa dekade, Kanada telah membangun identitas nasionalnya di sekitar imigrasi. Negara ini membuka pintunya lebar-lebar, menghadirkan diri sebagai salah satu masyarakat yang paling ramah di dunia, tempat di mana orang-orang dari berbagai benua bisa datang untuk membangun kehidupan. Kebijakan imigrasi mencerminkan identitas ini. Dalam sepuluh tahun terakhir, angka penerimaan imigran meningkat secara signifikan, dari sekitar 341.000 orang pada 2019 menuju target federal sekitar 500.000 per tahun pada pertengahan 2020-an. Pesan yang disampaikan jelas dan dirayakan secara luas: keragaman adalah kekuatan kita, dan Kanada adalah tempat di mana dunia bisa memulai kembali.
Selama bertahun-tahun, pendekatan ini mendapatkan dukungan publik yang luar biasa. Imigrasi menjadi pendorong utama pertumbuhan populasi Kanada, dan perencanaan ekonomi semakin bergantung padanya. Dengan tingkat kelahiran negara ini yang jauh di bawah angka penggantian, kedatangan imigran membantu mengisi kekurangan tenaga kerja dan menjaga stabilitas demografis. Dalam beberapa tahun terakhir, hampir semua pertumbuhan populasi di Kanada berasal dari migrasi internasional, bukan dari tingkat kelahiran alami.
Pertumbuhan Perumahan dan Populasi Tertantang
Akan tetapi, menyambut dunia tidak berarti membangun kapasitas untuk menampungnya. Selama beberapa tahun terakhir, Kanada mengalami salah satu laju pertumbuhan populasi tercepat di dunia maju. Namun, pembangunan perumahan tidak mampu mengejar laju tersebut. Pada 2023, negara ini menambah sekitar 5,1 penduduk baru untuk setiap unit rumah yang dibangun, lebih dari dua kali lipat rata-rata historis.
Akibatnya, masalah ini semakin terlihat di lapangan. Pasar sewa di kota-kota besar seperti Toronto dan Vancouver semakin ketat. Tingkat kekosongan tetap sangat rendah sementara harga sewa terus meroket. Bagi banyak pendatang baru, terutama mahasiswa internasional, pengalaman pertama di Kanada bukanlah peluang, melainkan kelangkaan—apartemen yang sesak, perang penawaran untuk sewa, dan perjalanan yang menghabiskan waktu di berbagai wilayah metropolitan. Statistik Kanada melaporkan bahwa mahasiswa internasional jauh lebih mungkin daripada mahasiswa asli Kanada untuk tinggal dalam kondisi perumahan yang tidak layak. Di beberapa daerah, tingkat kepadatan mahasiswa internasional melebihi 60%.
Perubahan Sikap Publik
Selama bertahun-tahun, Kanada menonjol di antara demokrasi Barat dengan dukungan publik yang kuat untuk imigrasi. Namun, konsensus ini mulai berubah. Seperti yang diungkapkan kolumnis The Global Mail, Tony Keller, antara 2021 dan 2024, imigrasi melonjak di seluruh Amerika Utara, dengan Amerika Serikat mencatat laju kedatangan tercepat dalam sejarah modernnya. Meski demikian, relatif terhadap ukuran populasi, Kanada mengalami aliran yang bahkan lebih besar.
Selama beberapa dekade, Kanada telah mempertahankan dukungan politik dan publik yang luas terhadap imigrasi, dengan kebijakan yang relatif stabil dan sikap positif terhadap pendatang baru. Keller mencatat bahwa konsensus ini mulai bergeser setelah 2015 ketika tingkat imigrasi meningkat tajam dan jalur sementara—terutama visa pelajar dan izin kerja—berkembang pesat, mendorong pertumbuhan populasi jauh di luar target resmi untuk penduduk tetap.
Meski lonjakan ini meningkatkan total output ekonomi, pertumbuhan populasi melebihi pertumbuhan ekonomi per orang, yang menyebabkan standar hidup stagnan dan meningkatkan tekanan pada perumahan serta infrastruktur. Pada pertengahan 2020-an, imigrasi telah beralih dari area kebijakan yang relatif stabil di Kanada menjadi salah satu isu ekonomi dan politik yang paling diperdebatkan di negara ini.
Sejak 2023, survei menunjukkan perubahan tajam dalam sikap publik, dengan masalah terjangkau atau tidaknya perumahan dan tekanan pada infrastruktur mendominasi debat nasional. Hingga 2025, lebih dari setengah warga Kanada melaporkan bahwa negara ini menerima terlalu banyak imigran, level kekhawatiran tertinggi dalam beberapa dekade. Perubahan ini tidak selalu mencerminkan permusuhan terhadap imigrasi itu sendiri, melainkan cerminan kecemasan yang berkembang bahwa kebijakan imigrasi telah terputus dari sistem yang dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan populasi.
Ketika pasokan perumahan tertinggal dari pertumbuhan populasi, tekanan tersebut terlihat di mana-mana: sewa yang meningkat, transportasi yang padat, waktu tunggu layanan kesehatan yang lebih lama, dan frustrasi yang semakin meningkat di kalangan kaum muda Kanada yang berjuang untuk masuk ke pasar perumahan. Dalam keadaan seperti ini, imigrasi menjadi isu politik yang sangat sensitif, meskipun masalah yang mendasarinya bersifat struktural.
Menyelaraskan Ideals dengan Kapasitas
Tidak ada yang menunjukkan bahwa kisah imigrasi Kanada akan berakhir. Imigrasi akan tetap menjadi bagian penting dari masa depan ekonominya. Pekerja terampil, wirausahawan, dan pelajar memberikan kontribusi besar terhadap inovasi, produktivitas, dan dinamika budaya. Kemampuan Kanada untuk menarik bakat global tetap menjadi salah satu keunggulan strategis dalam dunia yang kompetitif.
Namun, kebijakan imigrasi tidak bisa berdiri sendiri terpisah dari sistem yang lebih luas yang menopang masyarakat. Pembangunan perumahan, investasi infrastruktur, perencanaan kota, dan strategi pasar tenaga kerja harus selaras dengan pertumbuhan populasi. Tanpa koordinasi tersebut, bahkan target imigrasi yang baik niatnya berisiko menciptakan tekanan yang merusak kepercayaan publik.
Menyambut dunia adalah aspirasi nasional yang patut dipuji. Namun, keterbukaan saja bukanlah strategi perumahan, rencana infrastruktur, atau model ekonomi. Kanada membangun identitas modernnya atas janji bahwa keragaman bisa menjadi kekuatan. Bab selanjutnya dari kisah itu akan bergantung pada apakah negara ini bisa mencocokkan aspirasi tersebut dengan kapasitas praktis yang dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutannya.

