JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru-baru ini menyoroti adanya kesenjangan yang cukup signifikan antara perluasan akses layanan digital dan tingkat literasi masyarakat. Meskipun akses terhadap layanan keuangan digital semakin berkembang, peningkatan pemahaman masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan teknologi ini masih perlu diperhatikan.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyampaikan bahwa meskipun akses digital sudah semakin luas, pemahaman masyarakat mengenai teknologi pemanfaatan layanan keuangan masih belum sebanding. Ia berkata, “Kita jago banget nih memberi akses, tapi tidak dibarengi dengan meningkatkan kapabilitas orangnya. Jadi ada gap antara akses, financial inclusion dengan literasinya.” Ini menggambarkan betapa pentingnya mengedukasi masyarakat agar mereka dapat memanfaatkan layanan yang ada dengan aman dan efektif.
Menurut Sonny, kesenjangan ini harus menjadi perhatian serius mengingat semakin banyaknya masyarakat yang mulai menggunakan layanan keuangan melalui perangkat digital. Kemudahan akses harus diimbangi dengan pemahaman mengenai aspek keamanan dan risiko yang terkait dengan transaksi digital.
Lebih lanjut, Sonny menekankan pentingnya membangun kepercayaan atau trust dalam ekosistem digital. Dia menjelaskan bahwa teknologi, talenta, modal, dan kecerdasan buatan memang bisa diperoleh atau dikembangkan, namun kepercayaan adalah hal yang harus dibangun tanpa henti. “Teknologi bisa kita impor, talent bisa kita develop, capital kita bisa cari, AI kita bisa train. Tapi trust must be earned,” ujarnya dalam acara Indonesia Best Digital Finance Awards 2026 yang berlangsung baru-baru ini.
Hasilnya, pengembangan perbankan digital, pembayaran digital, fintech lending, embedded finance, dan digital wealth management semakin meningkat. Namun, perkembangan pesat ini juga meningkatkan kebutuhan akan keamanan sistem, perlindungan konsumen, tata kelola yang baik, serta literasi keuangan. Semua elemen ini harus bersinergi agar perluasan akses digital bisa berjalan dengan aman dan terpercaya.
Dengan meningkatnya ketergantungan masyarakat pada teknologi, sangat penting bagi kita untuk tidak hanya memberikan akses, tetapi juga menciptakan program-program edukasi yang bisa membantu masyarakat memahami dan menggunakan layanan tersebut dengan bijak. Tidak jarang, ketidakpahaman ini bisa berujung pada kesalahan dalam bertransaksi, yang pada akhirnya bisa merugikan individu dan pihak lainnya.
Oleh karena itu, semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, institusi keuangan, hingga perusahaan teknologi, perlu duduk bersama dan merancang strategi yang komprehensif guna menjembatani kesenjangan ini. Kolaborasi seperti ini sangat diperlukan untuk memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat dapat mengakses dan memahami layanan digital secara maksimal.
Di sisi lain, perkembangan keuangan digital di Indonesia kini tidak hanya terbatas pada perbankan dan pembayaran digital. Ada banyak layanan baru yang muncul seperti fintech lending, embedded finance, dan digital wealth management, yang menunjukkan inovasi yang tak terbendung dalam industri ini. Namun, semua perkembangan ini memerlukan perhatian ekstra terhadap keamanan dan keberlanjutan.
Dengan adanya literasi keuangan yang baik, masyarakat akan dapat lebih percaya diri dalam melakukan transaksi digital, berinvestasi, hingga merencanakan keuangan mereka dengan lebih matang. Ini adalah langkah besar untuk menuju keuangan yang inklusif, di mana semua orang, tanpa terkecuali, dapat menikmati manfaat teknologi digital.
Melihat tren yang ada, memang saatnya masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif dalam perkembangan digital di era ini. Dengan pemahaman yang baik tentang teknologi dan keuangan, mereka bukan hanya menjadi konsumen, tetapi bisa juga menjadi pencipta, inovator, dan pemimpin di masa depan.
Secara keseluruhan, sinergi antara akses, kapabilitas, dan kepercayaan menjadi kunci untuk mendorong perkembangan ekosistem digital yang lebih sehat. Dengan pengetahuan yang tepat dan pemanfaatan yang bijak, semua orang dapat meraih keuntungan dari transformasi digital ini.

