Para investor wajib memperhatikan perkembangan terbaru dari Alibaba, raksasa teknologi asal Tiongkok, yang mencatat penurunan tajam sahamnya hingga 10% di Hong Kong pada hari Senin. Penurunan ini terjadi setelah perusahaan menetapkan penerbitan saham baru senilai 80 miliar dolar Hong Kong (sekitar 10,2 miliar dolar AS) untuk investor di luar AS.
Menurut pernyataan perusahaan, seluruh hasil bersih dari penerbitan saham ini akan digunakan untuk mengembangkan kemampuan AI-nya, termasuk memperluas dan meningkatkan infrastruktur AI mereka. Alibaba berencana untuk menerbitkan 710 juta saham baru dengan harga HK$112,70 per saham, sementara harga penutupan sahamnya pada hari Jumat lalu adalah HK$123. Saat ini, saham perusahaan diperdagangkan 8,4% lebih rendah di harga HK$112,7.
Penerbitan saham ini diperkirakan akan selesai pada hari Rabu, hanya beberapa hari setelah Alibaba melaporkan penurunan laba hingga 75% untuk kuartal Juni, dimana pengeluaran besar untuk AI menjadi salah satu beban utama mereka. Pengeluaran modal melonjak 75% menjadi 67,7 miliar yuan.
Vey-Sern Ling, penasihat ekuitas senior di UBP, mengungkapkan pada CNBC bahwa Alibaba berada di posisi yang baik untuk mengejar pertumbuhan di bidang AI. Dia menyatakan, “Saya rasa Alibaba jelas berada dalam posisi yang kuat untuk mengejar pertumbuhan itu, mengingat mereka memiliki divisi cloud computing dan model AI yang sangat kuat.” Dia juga menambahkan bahwa meskipun laba mungkin melemah dalam waktu dekat, pengeluaran modal bisa meningkat.
Investasi Alibaba di sektor AI semakin meningkat, dengan rencana untuk menghabiskan setidaknya 380 miliar yuan untuk infrastruktur cloud computing dan AI dalam tiga tahun ke depan. Tidak hanya Alibaba, tetapi juga rekan-rekan teknologi Tiongkok lainnya yang semakin meningkatkan pengeluaran untuk AI. Sebagai contoh, pengeluaran modal Tencent meningkat 65% dari kuartal sebelumnya menjadi 52,8 miliar yuan pada kuartal Juni, seiring perusahaan terus berinvestasi dalam infrastruktur komputasi untuk memonetisasi model AI mereka.
Keputusan Alibaba untuk berinvestasi masif dalam AI menunjukkan komitmen mereka dalam mengejar inovasi dan posisi pasar yang lebih kuat. Banyak analis percaya bahwa meskipun ada tantangan jangka pendek, langkah-langkah ini akan menjadi kunci bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Dengan meningkatkan kemampuan AI, Alibaba berharap dapat membuka lebih banyak peluang dan pendapatan di pasar yang semakin kompetitif ini.
Argumen untuk berinvestasi di sektor AI bukan sekadar tentang teknologi, tetapi juga tentang kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dan berinovasi di tengah perubahan pasar yang cepat. Bagi para investor, memahami dynamika di balik langkah-langkah seperti yang diambil oleh Alibaba bisa menjadi kunci untuk meraih hasil investasi yang optimal di masa depan. Dengan demikian, tumbuhnya investasi AI tidak hanya menjadi tren, tetapi juga tantangan yang harus dihadapi oleh setiap pemain di industri teknologi saat ini.

