Dalam survei terbaru dari Steam, kartu grafis dengan kapasitas memori 16GB kini jadi primadona di kalangan gamer. Menariknya, angka pemakai GPU 16GB mencapai 25,9% dan berhasil menggeser posisi GPU 8GB yang kini berada di angka 25,32%. Namun, di balik angka peningkatan ini, ada tantangan besar yang dihadapi para gamer terkait harga yang terus meroket.
TweakTown mengungkapkan bahwa statistik dari survei perangkat keras Steam di bulan Juli menunjukkan dominasi VRAM 16GB yang meningkat 1,4% dibanding bulan sebelumnya. Ini menggambarkan tren yang signifikan, meskipun tidak terlalu jauh dari 8GB.
Kendati banyak gamer masih menggunakan GPU dengan memori di bawah 16GB, data menunjukan bahwa hanya sekitar 36% pemain yang memiliki GPU 16GB atau lebih. Artinya, hampir dua pertiga pengguna masih menggunakan GPU dengan kapasitas lebih rendah dan sekitar 47% di antaranya memiliki kartu grafis dengan 8GB atau kurang.
Peningkatan jumlah GPU 16GB ini mencolok, mengingat bulan Agustus tahun lalu hanya sekitar 6,8% gamer Steam yang menggunakan kartu dengan kapasitas ini. Jika dibandingkan dengan bulan Juli 2026, jumlahnya meningkat hampir empat kali lipat dengan pertumbuhan hampir 20%, yang menjadikan angka ini cukup mencolok di pasar.
Analisis: Ambisi 16GB dan Krisis RAM yang Semakin Buruk
Survei Steam menunjukkan bahwa kartu grafis seperti RTX 5060 Ti 16GB dan RX 9060 XT 16GB (serta model 9070) tampaknya terjual dengan baik. RTX 5070 juga menunjukkan performa yang kuat di peringkat GPU Steam, meskipun sebenarnya model ini dilengkapi dengan 12GB memori.
Posisi GPU 16GB ini juga mendapat dukungan dari model-model yang lebih tua dari generasi sebelumnya. Terlebih lagi, visibilitas kartu grafis AMD Radeon dengan VRAM 16GB meningkat setelah Valve memperbaiki masalah awal yang membuat kartu-kartu tersebut tidak terdeteksi dengan benar dan dikelompokkan ke kategori Radeon yang umum.
Penting untuk dicatat bahwa banyak gamer yang kini berupaya mempersiapkan pembelian GPU untuk masa depan, karena kapasitas 8GB tampaknya sudah terlalu kurang. Namun, masalah muncul ketika kita berbicara tentang GPU dengan konfigurasi VRAM yang lebih tinggi, di mana krisis memori semakin memengaruhi model-model ini.
Kita sudah mulai melihat dampak kenaikan harga GPU, dan baru-baru ini, Nvidia memberi tahu mitra pembuatan kartunya bahwa harga untuk memori yang disuplai dengan chip grafis mereka meningkat. Laporan terbaru dari Tom’s Hardware juga menyebutkan kenaikan harga untuk model RTX 5000 di Korea Selatan, yang dipicu oleh tingginya biaya video RAM dan chip GPU itu sendiri.
Diperkirakan bahwa Nvidia dapat menaikkan harga GPU Blackwell mereka hingga 30% di negara tersebut. AMD juga diprediksi akan menaikkan harga untuk lini Radeon mereka, dan Team Red sudah memberi tahu bahwa paruh kedua tahun 2026 akan menjadi masa yang sulit bagi gamer PC.
Dengan permintaan akan 16GB VRAM yang semakin meningkat dan harga GPU yang terus melambung, serta krisis memori yang diperkiarakan akan terus memburuk sepanjang tahun ini, ditambah dengan prediksi kesulitan yang akan berlanjut hingga 2027, situasi ini jelas menjadi tantangan bagi gamer yang ingin melakukan upgrade kartu grafis mereka.

