Survei terbaru dari UOB menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen di kawasan Asean tetap kokoh, didorong oleh optimisme di Singapura dan Thailand, meskipun sentimen di seluruh wilayah agak bervariasi. Pada laporan yang dirilis pada 24 Juli 2026, UOB Asean Consumer Sentiment Index menunjukkan bahwa secara keseluruhan, konsumen merasa optimis mengenai lingkungan makroekonomi dan keuangan pribadi mereka, dengan indeks tetap di angka 54 yang sama seperti tahun lalu.
Skor di atas 50 menandakan optimisme secara keseluruhan. Indeks ini berdasarkan Asean Consumer Sentiment Study dari UOB yang mengukur persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan masa depan serta perkiraan keuangan pribadi mereka.
Namun, tingkat optimisme ini tidak merata di seluruh wilayah. Di Indonesia, indeks menunjukkan penurunan di bawah 50 selama survei 2026. Sementara itu, indeks Singapura naik menjadi 56 dari 47, dan Thailand meningkat menjadi 51 dari 47. Singapura menunjukkan kenaikan di semua indikator makroekonomi dan keuangan pribadi, mencerminkan kinerja pertumbuhan yang kuat pada semester pertama 2026, didorong oleh permintaan terkait kecerdasan buatan.
Sentimen positif terhadap keuangan pribadi di Singapura juga didukung oleh upaya pemerintah untuk mengurangi tekanan biaya hidup, serta efek kekayaan dari kenaikan pasar saham yang mungkin meningkatkan kepercayaan konsumen dan pengeluaran diskresioner.
Thailand juga mengalami peningkatan optimisme terhadap kondisi ekonomi saat ini dan yang akan datang, berkat langkah-langkah stimulus pemerintah, sektor pariwisata yang tangguh, peningkatan ekspor, serta pengaruh musiman dari pendapatan pertanian yang lebih baik.
Namun, sentimen terhadap keuangan pribadi di kawasan ini stabil, menunjukkan tingginya utang rumah tangga dan bisnis, biaya hidup yang tinggi, serta ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif AS.
Sementara itu, Vietnam mengalami penurunan dari 67 menjadi 63, Malaysia turun dari 53 menjadi 50, dan Indonesia merosot dari 55 menjadi 49. Meskipun ada penurunan empat poin, Vietnam masih melampaui rata-rata regional dengan selisih sembilan poin, didorong oleh optimisme yang luar biasa terhadap lingkungan makroekonomi serta kepercayaan yang meningkat dalam keuangan pribadi konsumen.
UOB mencatat bahwa sentimen konsumen di Vietnam didorong oleh posisi negara tersebut sebagai ekonomi yang paling cepat berkembang di Asean. Fondasi ekonomi yang sehat dan langkah-langkah pemerintah telah membantu meredakan lonjakan harga energi dan tekanan harga yang lebih luas. Para investor asing juga tetap percaya diri terhadap prospek jangka menengah Vietnam seiring dengan diversifikasi rantai pasok yang menguntungkan negara tersebut.
Di Malaysia, masyarakat melihat prospek yang lebih positif meskipun masih ada kekhawatiran mengenai pengeluaran rumah tangga, keamanan pendapatan, dan komitmen keuangan jangka panjang.
Di sisi lain, Indonesia menghadapi lingkungan eksternal yang lebih menantang, ditandai dengan tekanan mata uang dan ketidakpastian global, menurut UOB.
Survei ini melibatkan 5.000 peserta berusia 18 hingga 65 tahun dari lima negara Asean, dan dilakukan secara online dari Mei hingga Juni 2026.
Secara keseluruhan, optimisme yang lebih kuat terhadap lingkungan makroekonomi menjadi pendorong utama sentimen regional, dengan sub-indeks makro meningkat tiga poin menjadi 61.
Konsumen tetap berhati-hati terhadap keuangan pribadi mereka, dengan sub-indeks mikro sedikit menurun dari 52 menjadi 51. Mereka khawatir tentang meningkatnya biaya rumah tangga, kemungkinan pemotongan gaji, dan kemampuan untuk mempertahankan komitmen keuangan jangka panjang.
Temuan tahun ini menunjukkan “landskap konsumen yang semakin nuansa”, di mana optimisme terhadap prospek ekonomi lebih luas berdampingan dengan pendekatan hati-hati terhadap keuangan pribadi, seperti yang ditambahkan oleh UOB.

