Binance Futures baru saja meluncurkan kontrak futures perpetual baru yang terikat dengan Space Exploration Technologies Corp (Nasdaq: SPCX). Kontrak ini bertajuk USDⓈ-M, dan mulai diperdagangkan pada tanggal 20 Juli 2026, pukul 09:00 UTC. Dengan adanya kontrak ini, para trader crypto bisa mendapatkan paparan lebih banyak terhadap pasar ekuitas yang ter-tokenisasi melalui platform derivatif Binance.
Dalam sebuah pengumuman, Binance menyatakan bahwa kontrak SPCXUSD1 ini dapat diperdagangkan 24/7 dengan ukuran order minimum 0.01 SPCX. Nilai minimalnya sudah ditetapkan di USD1, serta ukuran tick kontrak juga ditetapkan di angka 0.01.
New TradFi equity is coming to Binance Futures: $SPCXUSD1
Trade SpaceX. Settled in USD1.
Available 24/7, up to 25x leverage.
Apa yang Ditawarkan oleh Kontrak SPCXUSD1 Baru ini?
Kontrak baru ini menawarkan akses leverage hingga 25x, dan bagi pengguna terpilih, Multi-Assets Mode bisa digunakan. Ini artinya, para trader bisa menggunakan aset jaminan yang mendukung di berbagai posisi alih-alih bergantung pada satu aset penyelesaian. Pembayaran dana akan dilakukan setiap delapan jam dengan tarif pendanaan yang dibatasi antara +1.00% hingga -1.00%. Selain itu, suku bunga produk ini ditetapkan di angka 0%.
Bagaimana Ini Sesuai dengan Strategi Produk Ter-tokenisasi Binance?
Pencatatan kontrak baru ini memperkuat jajaran produk ter-tokenisasi Binance yang menghubungkan aset keuangan tradisional dengan derivatif crypto. Sebelum SpaceX terdaftar secara publik, Binance sudah memperkenalkan futures perpetual pre-IPO SpaceX, yang memungkinkan trader mendapatkan paparan sintetis sebelum saham perusahaan tersebut masuk ke pasar publik. Peluncuran terbaru ini menjadi kelanjutan dari komitmen Binance untuk memperluas akses ke produk yang terkait dengan ekuitas ter-tokenisasi, semua melalui futures perpetual tanpa meninggalkan ekosistem derivatif crypto mereka.
Binance juga memastikan bahwa kontrak ini akan terdaftar di bawah Aturan 17 Bursa Binance.
Saham SpaceX Terus Tertekan menjelang Peluncuran
Pencatatan baru ini datang di tengah tekanan jual yang dihadapi oleh saham SpaceX. SPCX ditutup pada hari Kamis di harga $131, turun 3% dalam sehari, mengindikasikan sesi kelima berturut-turut kehilangan nilai. Penurunan ini juga membuat saham kembali ke harga IPO di angka $135.
Sentimen investor semakin tertekan menyusul pembatalan uji coba Starship ke-13 karena masalah terkait booster. SpaceX belum mengumumkan tanggal peluncuran baru, sehingga menimbulkan ketidakpastian terkait tonggak utama berikutnya bagi perusahaan dirgantara ini. Di sisi lain, bank investasi Wall Street sudah mulai mengeluarkan proyeksi positif tentang SpaceX menjelang masuknya perusahaan ini ke indeks Nasdaq-100.

