Valve berbagi file open-source untuk layar e-paper Steam Machine
Setelah Valve mengumumkan harga Steam Machine sebesar $1.049 atau sekitar Rp15 juta, banyak yang merasa antusiasme mereka menurun. Namun, langkah terbaru dari perusahaan ini sepertinya berhasil mengembalikan harapan sebagian penggemar.
Brad Lynch mengungkapkan di Twitter bahwa Valve telah membagikan instruksi, file cetak 3D, perangkat lunak, dan daftar bahan yang diperlukan untuk membuat tampilan e-paper yang bisa dilengkapi ke bodi Steam Machine. Layar ini bisa digunakan untuk menunjukkan informasi seperti suhu dan performa komponen PC.
Disebut ‘inkterface’, layar kedua ini mengubah Steam Machine jadi PC bergaya retro. Ini adalah pengingat mengapa bermain game di PC bisa sangat menyenangkan, serta mengapa Valve tetap menjadi salah satu perusahaan paling menarik di industri game, meski ada beberapa masalah yang dihadapi.
Apa saja yang dibutuhkan untuk membuat ‘inkterface’? Valve telah memberikan semua informasi untuk memudahkan pengguna yang ingin mencoba membuatnya sendiri.
DIY: Lakukan sendiri
Mendapatkan file dan instruksi dari Valve sebagai open-source sangat patut diacungi jempol. Hal ini memungkinkan siapa saja untuk menggunakan, mengedit, dan memperbarui tanpa harus mengeluarkan biaya, selama memiliki alat dan bahan yang tepat.
Saya tidak bisa membayangkan Sony atau Nintendo mendukung, apalagi mendorong pelanggan mereka untuk memodifikasi konsol. Komitmen Valve terhadap open-source (termasuk penggunaan Linux untuk SteamOS) menunjukkan bahwa meski mereka mengambil pendekatan ala konsol di beberapa aspek Steam Machine, Valve belum sepenuhnya meninggalkan sifat terbuka dan kustomisasi yang ditawarkan oleh gaming PC.
Salah satu hal yang paling saya sukai tentang gaming PC adalah kemampuan untuk membangun rig sendiri, melakukan tweak, dan modifikasi. Sangat menyenangkan melihat Valve tidak sepenuhnya melupakan akar PC-nya. Menawarkan cara untuk menambah komponen yang unik dan berguna ke Steam Machine membuat produk ini menjadi lebih menarik.
Walaupun saya masih berpikir membangun PC gaming kompak sendiri dan menginstal SteamOS untuk menciptakan Steam Machine lebih baik, jalan ini menunjukkan betapa terbukanya PC gaming.
Bahkan jika Anda tidak punya waktu, bahan, atau keinginan untuk membangun tampilan ‘inkterface’ sendiri, Anda tetap bisa mendapatkan manfaat. Pembuat lain dan bahkan pengecer bisa membuat dan menjualnya.
Keberhasilan Steam Machine di masa depan bisa jadi tergantung pada seberapa banyak produk ini bisa dimodifikasi, yang mungkin juga kunci untuk memperpanjang masa pakainya. Meskipun masih ada keraguan, langkah ini memang membuat harga yang tinggi sedikit lebih mudah diterima.

