Dana ekuitas global mencatat aliran masuk sebesar $10,44 miliar pada minggu yang berakhir 1 Juli, seiring para investor kembali melirik saham teknologi setelah penurunan pasar baru-baru ini, menurut laporan dari Reuters.
Jumlah tersebut sekitar 25% lebih tinggi dibandingkan dengan minggu sebelumnya yang hanya mencapai $8,4 miliar, meskipun MSCI World Index turun sebesar 2,07% akibat kekhawatiran mengenai konsentrasi pasar dan belanja besar dari perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan yang utama.
Saham teknologi memimpin pemulihan dengan menarik $8,9 miliar setelah mencatat aliran keluar bersih sebesar $17,83 miliar pada minggu sebelumnya. Sementara dana di sektor keuangan dan kesehatan juga mengalami kenaikan, masing-masing menarik $2,27 miliar dan $1,52 miliar. Data regional menunjukkan bahwa dana ekuitas Asia menerima $7 miliar, aliran masuk mingguan terkuat dalam tujuh minggu. Sementara dana ekuitas AS menambah $1,03 miliar, dan dana Eropa mendapatkan $337 juta.
Optimisme teknologi juga mendukung pasar kripto
Faktor-faktor yang menarik kembali investor ke saham teknologi juga semakin memengaruhi pasar aset digital. Bitcoin dan cryptocurrency besar lainnya kini berdagang lebih dekat dengan saham teknologi yang memiliki pertumbuhan tinggi dalam beberapa tahun terakhir, seiring investor institusi menganggap keduanya sebagai aset berisiko yang terkait dengan inovasi, kecerdasan buatan, dan infrastruktur digital.
Hubungan ini semakin terlihat jelas sejak peluncuran ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Manajer aset besar, termasuk BlackRock, Fidelity Investments, Hashkey, dan ARK Invest, kini menawarkan produk investasi Bitcoin bersamaan dengan dana ekuitas tradisional, sehingga memungkinkan investor untuk memindahkan modal antara saham teknologi dan aset digital lebih mudah dibandingkan sebelumnya.
Uang institusi kini tidak lagi memilih antara saham dan kripto
Data aliran dana terbaru menunjukkan bahwa investor institusi semakin nyaman memegang saham teknologi, obligasi, dan aset digital dalam satu portofolio, alih-alih memisahkan pasar-pasar tersebut. Dana pensiun, hedge funds, dan manajer aset semakin banyak mengalokasikan modal di berbagai kelas aset berdasarkan ekspektasi pertumbuhan dan likuiditas, bukan dibatasi oleh satu sektor saja.
Hal ini semakin diperkuat oleh ekspansi cepat produk investasi kripto yang diatur, aset yang ditokenisasi, dan infrastruktur keuangan berbasis blockchain. Saat keuangan tradisional dan aset digital semakin terhubung, pergeseran sentimen investor terhadap teknologi dapat semakin memengaruhi aliran modal ke pasar kripto, terutama saat investor mulai kembali percaya diri pada aset-aset yang lebih berisiko.

