Ayo kita lihat perusahaan-perusahaan yang mengalami pergerakan terbesar dalam perdagangan pra-pasar terbaru. Pertama, ada AstraZeneca yang terjun 8% setelah obat penyakit jantungnya, Wainua, gagal mencapai target dalam uji klinis tahap akhir. Berdasarkan laporan, banyak investor kecewa dengan hasil ini dan menciptakan dampak negatif terhadap sahamnya.
Berikutnya, PepsiCo yang merupakan raksasa makanan dan minuman, melaporkan hasil yang campur aduk untuk kuartal kedua. Pendapatan yang disesuaikan mencapai $2,20 per saham, namun ini sedikit lebih rendah dari harapan analis yang memproyeksikan $2,21 per saham. Meski begitu, pendapatannya sebesar $24,18 miliar melebihi estimasi konsensus sebesar $23,95 miliar. Saham PepsiCo pun turun 1% sebagai reaksi pasar.
Saham Salesforce juga mengalami penurunan 4% setelah diturunkan kelasnya oleh KeyBanc dari overweight menjadi sektor berat. Perusahaan analisis tersebut memaparkan sulitnya menemukan bukti potensi kenaikan di masa depan berdasarkan pengecekan dan percakapan dengan konsumen, serta angka yang diungkapkan oleh Salesforce sendiri.
Stellantis, induk perusahaan Jeep, merosot 2% setelah J.P. Morgan menurunkan peringkatnya menjadi netral dari overweight. Analis Jose Asumendi menilai Stellantis perlu waktu 14 bulan untuk benar-benar merasakan hasil dari perbaikan yang sedang dilakukan.
Levi Strauss, raksasa denim, juga mendapat kabar buruk dengan penurunan 4% setelah memberikan panduan yang mengecewakan untuk kuartal ketiga. Levi memperkirakan pendapatan per saham antara 34 hingga 36 sen, kurang dari ekspektasi 38 sen dari analis yang dikumpulkan oleh FactSet. Meski begitu, mereka berhasil melampaui ekspektasi untuk kuartal kedua.
AZZ, penyedia solusi pelapisan logam, meroket 6% setelah melaporkan pendapatan per saham sebesar $1,85 untuk kuartal terakhir, jauh lebih baik dari konsensus FactSet yang mencatat $1,69. Pendapatannya mencapai $448,5 juta, lebih tinggi dari perkiraan sebesar $434,6 juta.
Sementara itu, Cerebras Systems mengalami lonjakan hampir 7% setelah perusahaan infrastruktur AI ini mengumumkan ekspansi besar di Eropa. Mereka akan meluncurkan kapasitas pusat data Eropa pertamanya sebelum akhir tahun dan berencana untuk meningkatkan total kapasitas menjadi 2000 megawatt pada tahun 2027 dengan tambahan pusat data di seluruh benua.
Costco juga menjadi sorotan, dimana mereka kehilangan hampir 2% setelah melaporkan penurunan penjualan komparabel untuk bulan Juni. Penjualan komparabel Costco naik 8,8% tahun ke tahun di bulan Juni, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan 12,5% yang tercatat pada bulan Mei.
Tren pergerakan saham ini menunjukkan betapa dinamisnya pasar, dan bagaimana hasil laporan keuangan bisa mempengaruhi keputusan investasi. Investor terus memantau perkembangan ini untuk mencari peluang dan memahami arah pasar yang penuh tantangan ini.

