Malaysia baru saja meluncurkan rencana untuk menawarkan layanan drone kargo dan penumpang dengan ketinggian rendah secara komersial pada tahun 2030. Rencananya, operasi pengiriman terbatas diharapkan dimulai pada awal tahun depan.
Dalam acara peluncuran yang diadakan pada Rabu, 24 Juni, Menteri Transportasi Anthony Loke menjelaskan bahwa regulator penerbangan yang memimpin inisiatif ini telah diperintahkan untuk mengembangkan kerangka regulasi yang komprehensif. Kerangka ini dimaksudkan untuk menjadi cetak biru bagi sektor yang sedang berkembang ini.
Loke menambahkan, “Kerangka regulasi ini akan memberikan fondasi yang diperlukan untuk mendukung integrasi ruang udara yang aman, pengawasan operasional, pengembangan industri, dan solusi mobilitas di masa depan.”
Lebih lanjut, Loke menegaskan bahwa Malaysia perlu mengembangkan standar pemeliharaan, perbaikan, dan operasi (MRO), serta standar produksi untuk ekonomi ketinggian rendah. Saat ini, sektor ini belum mencapai tingkat kematangan yang diperoleh dalam industri penerbangan dan dirgantara tradisional.
Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) menyatakan bahwa ruang udara hingga 3.000 meter di atas permukaan tanah dianggap sebagai ketinggian rendah.
Target CAAM adalah untuk menawarkan layanan komersial terbatas untuk drone pengiriman pada kuartal pertama tahun 2027. Namun, mereka menyebutkan bahwa studi dan pengujian lebih lanjut harus dilakukan sebelum memberikan persetujuan untuk drone penumpang dan taksi udara.
Beberapa perusahaan dari China juga menunjukkan ketertarikan dalam mengembangkan industri ketinggian rendah di Malaysia. Namun, bagi mereka yang ingin memulai operasi, diharuskan untuk memasuki kemitraan usaha bersama dengan perusahaan lokal. Hal ini diungkapkan oleh CEO CAAM, Norazman Mahmud, dalam sebuah konferensi pers, meskipun ia tidak menyebutkan nama-nama perusahaan yang bersangkutan.
Langkah ini menunjukkan bahwa Malaysia semakin serius dalam mendorong inovasi di sektor penerbangan dan mobilitas. Pengembangan layanan drone ini bukan hanya bisa meningkatkan efisiensi dalam logistik, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, kolaborasi dengan perusahaan asing diharapkan dapat membawa teknologi dan pengalaman baru yang bermanfaat dalam pembangunan industri ini.
Dengan adanya kerangka regulasi yang jelas, Malaysia berharap bisa menarik lebih banyak investitor dan memfasilitasi pertumbuhan sektor drone, baik untuk pengangkutan barang maupun penumpang. Mengingat perkembangan teknologi yang pesat, era transportasi baru di udara sepertinya tidak lama lagi akan menjadi kenyataan di Malaysia.

