TL;DR
- CoinShares melakukan survei terhadap 261 profesional manajemen aset untuk laporan The Silent Portfolio.
- 52% penasihat di Inggris melaporkan ada gap manajemen lebih dari 50% pada eksposur crypto klien.
- Perusahaan menyebut kebijakan yang ketat dan kurangnya panduan internal sebagai hambatan utama.
Survei terbaru dari CoinShares mengungkap bahwa manajer aset di Inggris menghadapi kebutaan besar terkait eksposur crypto klien. Dalam laporan bertajuk The Silent Portfolio, ditemukan bahwa 52% penasihat di Inggris menyebutkan lebih dari setengah aset digital klien mereka berada di luar pengawasan.
Apa yang Terjadi?
CoinShares mengajak 261 profesional manajemen aset untuk memahami perbedaan antara perilaku klien dan visibilitas penasihat. Angka di Inggris cukup mencolok, dengan 52% penasihat melaporkan gap manajemen lebih dari 50%.
Menurut CoinShares, masalah ini bersifat struktural. Berdasarkan survei, 61% manajer aset yang diteliti bekerja di perusahaan dengan kebijakan aset digital yang ketat atau tidak ada panduan internal yang jelas. Penasihat di perusahaan yang mendukung justru melaporkan gap yang jauh lebih kecil.
CEO CoinShares, Jean-Marie Mognetti, menjelaskan situasi ini sebagai risiko berlawanan, di mana klien sudah mengalokasikan modal ke aset digital, tetapi penasihat terhalang untuk mengawasi atau mengelola risiko tersebut karena kebijakan perusahaan.
Kenapa Ini Penting?
Temuan ini penting karena adopsi crypto tidak selalu terjadi melalui saluran advisory formal. Klien bisa langsung membeli Bitcoin, Ethereum, stablecoins, atau aset digital lainnya, sehingga penasihat hanya memiliki gambaran yang tidak lengkap mengenai risiko portofolio.
Hal ini dapat menimbulkan masalah terkait konsentrasi, likuiditas, perencanaan pajak, dan manajemen volatilitas. Jika penasihat tidak dapat melihat eksposur crypto klien, mereka tidak bisa menilai dengan tepat bagaimana eksposur tersebut berinteraksi dengan keseluruhan portofolio.
Survei ini juga menunjukkan adanya permintaan untuk akses yang lebih teratur. Menurut data yang ada, 45% penasihat menyebut pengakuan regulasi sebagai faktor kepercayaan utama, sementara 43% menginginkan akses ETP yang lebih baik. Ini menunjukkan bahwa penasihat mungkin lebih bersedia terlibat dengan crypto ketika produk dan aturannya terasa lebih familiar.
Apa yang Harus Dipantau Selanjutnya
Tahap berikutnya kemungkinan akan melibatkan perubahan kebijakan di tingkat perusahaan. Manajer aset mungkin tidak perlu merekomendasikan crypto secara agresif, tetapi mereka mungkin memerlukan alat yang lebih baik untuk menemukan dan memantau eksposur klien.
Akses ETP yang teratur juga bisa mengurangi kebutaan ini dengan memindahkan alokasi crypto ke saluran yang bisa dilihat dan dikelola oleh penasihat. Ini sangat relevan di pasar di mana penyimpanan token secara langsung menciptakan hambatan operasional bagi perusahaan advisory.
Untuk pasar yang lebih luas, laporan CoinShares menunjukkan bahwa adopsi sudah berlangsung di balik permukaan. Pertanyaannya adalah apakah perusahaan manajemen aset dapat mengejar ketertinggalan sebelum eksposur yang tidak terkelola menjadi risiko yang lebih besar.
Bagi pembaca, hal praktis yang bisa dipetik adalah melihat kisah ini sebagai bagian dari struktur pasar yang lebih luas, bukan sebagai judul yang terpisah. Pasar crypto kini dibentuk oleh data makro, regulasi, ekuitas publik, infrastruktur bursa, stablecoins, derivatif, dan arus on-chain secara bersamaan. Artinya, setiap perkembangan bisa berpengaruh, bahkan ketika tidak segera menciptakan pergerakan harga satu arah yang jelas.
Sumber Catatan
Fakta-fakta inti dalam artikel ini berdasarkan materi sumber utama yang telah diperbaiki. Konteks pendukung dijaga dekat dengan catatan sumber dan menghindari klaim tentang sebab akibat harga yang tidak didukung.
Laporan ini berdasarkan informasi dari CoinShares The Silent Portfolio.

