Nilai tukar Baht Thailand jatuh ke level terendah dalam satu tahun akibat ekspektasi perbedaan suku bunga yang semakin lebar antara AS dan Thailand. Hal ini mengakibatkan permintaan domestik tertekan oleh berbagai tantangan yang ada.
Dalam perdagangan, Baht melemah hingga 0,5 persen menjadi 33,09 per US dollar, level terendah sejak Mei 2025. Sementara itu, swap indeks semalam AS memperkirakan ada kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar seperempat poin menjelang bulan Oktober, swap Baht hanya mencerminkan probabilitas lebih dari 40 persen untuk kenaikan 25 basis poin dalam enam bulan ke depan.
Meski harga minyak mulai mereda, prospek ekonomi Thailand tetap menantang, terutama karena tingginya utang rumah tangga yang membebani konsumsi masyarakat. Bank of Thailand (BOT) sebelumnya telah berkomitmen untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini “selama mungkin” untuk mendukung perekonomian.
Dalam kajian terbaru pada 29 April 2026, BOT mempertahankan suku bunga acuannya setelah mempertimbangkan dampak ekonomi dari harga minyak yang tinggi akibat konflik di Iran.
Semua ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan BOT akan menjaga biaya pinjaman stabil di angka 1 persen saat menggelar rapat pada Rabu (24 Juni).
Ekonom dari Bloomberg Economics, Tamara Henderson, mencatat bahwa Thailand harus menghadapi berbagai tantangan, tidak hanya dari konflik di Iran. Peningkatan persaingan akibat konsesi perdagangan AS, berkurangnya tenaga kerja, utang rumah tangga yang tinggi, dan perlambatan ekonomi China yang berdampak pada sektor pariwisata kunci menjadi masalah yang harus dihadapi. Seluruh aspek ini menciptakan tekanan tambahan bagi pertumbuhan ekonomi Thailand ke depannya.
Dengan semua tantangan ini, banyak yang bertanya-tanya apakah Thailand akan mampu mengatasi risiko-risiko yang ada dan kembali melanjutkan pertumbuhan yang stabil. Sementara para investor dan pelaku pasar menantikan langkah selanjutnya dari BOT, situasi global dan domestik akan sangat menentukan arah ekonomi Kerajaan ini.
Penting bagi semua pihak untuk terus memantau perkembangan ini, karena setiap keputusan yang diambil oleh BOT akan memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai tukar Baht dan perekonomian Thailand secara keseluruhan. Jika tren ini berlanjut, dapat dipastikan para investor perlu bersiap menghadapi periode yang mungkin akan lebih penuh tantangan.

