Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa merek-merek yang terkait dengan aktivitas Gmail pengguna ternyata muncul lebih sering dalam hasil pencarian Google AI Mode. Ini menunjukkan bahwa Google berusaha memperkuat kebiasaan Anda, dan tidak selalu membantu dalam mengeksplorasi hal-hal baru.
Peneliti dari iPullRank telah menguji hampir 2.000 respons Google AI Mode dan mendapati bahwa merek-merek yang terhubung dengan data Personal Intelligence seseorang muncul secara dramatis lebih sering. Dalam akun yang terhubung dengan layanan seperti Gmail, merek tertentu muncul dalam jawaban AI hampir tiga kali lebih sering dan lebih mungkin berada di rekomendasi teratas.
Gmail Memiliki Pengaruh Terbesar pada AI Mode
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gmail memiliki pengaruh terbesar. Merek-merek yang terhubung melalui aktivitas email lebih sering disebutkan dibandingkan merek yang terhubung melalui layanan Google lainnya, seperti Photos. Kami melihat efek ini sangat mencolok pada kategori belanja sehari-hari seperti hoodie, mesin kopi, dan sepatu lari. Ini menandakan bahwa rekomendasi AI Google bisa menjadi lebih mudah dibentuk berdasarkan data dan kebiasaan pribadi pengguna.
Google Search semakin bertransformasi menjadi pencarian berbasis AI, terlepas dari apakah Anda menyukainya atau tidak. Namun, jika penelitian dari iPullRank akurat, pencarian baru yang didukung AI berisiko menjadi mesin bias konfirmasi raksasa yang justru memberikan lebih banyak informasi tentang merek dan produk yang sudah Anda kenal, alih-alih membimbing Anda menuju penemuan baru.
Mematikan Personal Intelligence
Saya pribadi melihat manfaat Google yang ingin menjadi mesin jawaban alih-alih sekadar mesin pencari. Terkadang, saat menggunakan pencarian, saya hanya mencari jawaban cepat untuk sebuah pertanyaan, jadi perubahan ini bisa menghemat waktu. Namun, bahaya dari personalisasi yang menggantikan eksplorasi adalah kita bisa kehilangan keajaiban pencarian Google yang membawa kita ke situs, produk, atau ide yang tidak terduga namun bermanfaat.
Sebelum berpikir untuk menyerang kantor Google dengan pitchfork dan obor, penting untuk diingat bahwa Personal Intelligence adalah fitur yang harus diaktifkan, dirancang untuk membuat AI terasa lebih berguna dan dipersonalisasi. Jika Anda khawatir tentang mengurangi kemungkinan penemuan dalam hasil pencarian, Anda bisa mematikannya.
Personal Intelligence secara default dinonaktifkan, tetapi jika Anda telah mengaktifkannya dan ingin mematikannya, buka Pengaturan Gemini (ikon gear di sudut kiri bawah), pilih Personal Intelligence, lalu klik Aplikasi Terhubung dan aktifkan serta nonaktifkan layanan yang ingin diakses oleh Gemini, seperti Gmail.
Penting juga dicatat bahwa pengujian ini dilakukan oleh peneliti eksternal, bukan konfirmasi publik dari Google tentang bagaimana peringkat dan rekomendasi AI Mode dihasilkan.
Hasil penelitian ini menimbulkan pertanyaan menarik tentang masa depan pencarian berbasis AI. Jika mesin pencari semakin dipersonalisasi berdasarkan kebiasaan, pembelian, percakapan, dan preferensi kita, apakah mereka benar-benar membantu kita menjelajahi web, atau justru menciptakan cermin digital yang semakin meyakinkan yang hanya memantulkan selera yang sudah ada?

