[SINGAPURA] Ketika Siemens mengumumkan rencana pada tahun 2023 untuk membangun pabrik digital senilai 200 juta euro (S$299 juta) di Singapura, langkah ini memunculkan pertanyaan mengenai alasan mereka memilih untuk memproduksi di salah satu pusat bisnis termahal di Asia.
Tetapi bagi raksasa teknik Jerman ini, keputusan tersebut bukan hanya soal biaya tenaga kerja. Yang lebih penting adalah akses ke talenta terampil, ketahanan rantai pasokan, dan peran Singapura sebagai pusat regional untuk manufaktur maju serta inovasi industri.
Langkah ini mencerminkan perubahan yang lebih luas di antara beberapa perusahaan industri Jerman, yang semakin melihat Singapura tidak hanya sebagai tempat penjualan, tetapi juga sebagai basis untuk melayani seluruh Asia Tenggara.

