[MANILA] ASEAN bertekad menghindari pembatasan perdagangan dan melanjutkan skema berbagi bahan bakar di tengah lonjakan harga minyak dan gangguan pasokan akibat perang di Iran.
Dalam sebuah briefing pada hari Kamis (30 April), Sekretaris Perdagangan Filipina, Cristina Roque, mengatakan, “Kami akan menjaga perdagangan tetap terbuka dan dapat diprediksi. ASEAN sepakat untuk menghindari langkah-langkah perdagangan yang membatasi, termasuk larangan ekspor barang-barang penting.”
Roque menambahkan, “Di masa ketidakpastian, yang bisa diandalkan adalah stabilitas, dan stabilitas dimulai dengan menjaga arus barang di perbatasan.” Ini adalah langkah strategis mengingat tantangan yang dihadapi kawasan ini.
ASEAN juga sedang mempercepat ratifikasi perjanjian yang memungkinkan berbagi bahan bakar darurat secara terkoordinasi di tengah gangguan pasokan, imbuhnya. Ini adalah upaya penting untuk memastikan bahwa negara-negara anggota dapat saling membantu dan mempertahankan kestabilan ekonomi.
Blok 11 negara ini juga akan memperbarui perjanjian perdagangan utama, termasuk yang ada dengan China, Korea Selatan, dan Kanada. Hal ini diungkapkan oleh Roque, yang memimpin pertemuan khusus mengenai dampak konflik Timur Tengah terhadap kawasan tersebut.
Sejak awal perang di Iran, harga pompa di negara-negara ASEAN telah melonjak, yang memicu inflasi, membebani anggaran pemerintah, dan menghambat aktivitas ekonomi. Ini adalah isu yang sangat krusial mengingat negara-negara di kawasan ini banyak bergantung pada stabilitas harga energi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.
“Kami melihat bahwa ketegangan geopolitik sudah mulai mempengaruhi stabilitas ekonomi di ASEAN,” kata Roque. Pernyataan ini menggambarkan betapa pentingnya kerjasama antar negara di tengah situasi yang tidak pasti ini.
ASEAN terus beradaptasi dan berusaha untuk menjaga kondisi pasar agar tetap kompetitif dan berkelanjutan. Dengan fokus pada integrasi ekonomi dan kerjasama yang lebih solid, kawasan ini berharap dapat menghadapi tantangan global yang terus berkembang.
Inisiatif yang diambil oleh ASEAN ini tentu menjadi berita baik bagi para investor dan pelaku pasar. Di tengah ketidakpastian global, langkah-langkah ini bisa jadi sinyal positif untuk kepercayaan diri dan stabilitas ekonomi di kawasan.
Dengan semua rencana ini, masa depan ekonomi ASEAN terlihat menjanjikan. Upaya untuk menjaga arus perdagangan dan berbagi sumber daya adalah langkah strategis untuk meningkatkan resiliensi menghadapi krisis. Semoga langkah ini tidak hanya membawa manfaat sesaat, tetapi juga memberikan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang di kawasan ini.

