Raksasa otomotif Jerman, Volkswagen, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan mengintegrasikan perintah suara berbasis AI ke dalam mobilnya khusus untuk pasar China. Mulai paruh kedua tahun ini, semua kendaraan yang dikembangkan berdasarkan sistem mobil Volkswagen di China akan dilengkapi dengan asisten AI yang mampu mengontrol fitur mobil hanya dengan suara.
Thomas Ulbrich, CTO Volkswagen China, mengatakan kepada CNBC bahwa “mobil harus terasa seperti teman”. Ia mengungkapkan bahwa asisten AI dalam mobil ini akan memanfaatkan teknologi dari Tencent, Alibaba, dan Baidu, untuk menciptakan alat dengan “kepribadian” yang dapat memprediksi kebutuhan pengemudi.
Asisten AI ini menggunakan model bahasa besar yang dilatih di lokal dan sepenuhnya berjalan di mobil, bukan di cloud. Ini menunjukkan langkah inovatif Volkswagen untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih personal dan responsif.
Pada acara di Beijing, Volkswagen memperkenalkan empat model mobil baru, termasuk ID. UNYX 09, yang diklaim dikembangkan bersama produsen mobil listrik Xpeng dalam waktu dua tahun. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembalikan pangsa pasar yang hilang, seiring China yang semakin beralih dari mobil berbahan bakar internal ke mobil listrik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Volkswagen telah melakukan investasi besar-besaran di China, termasuk mengambil bagian dalam Xpeng dan produsen chip otomotif, Horizon Robotics. Kini, Volkswagen tidak menggunakan chip Nvidia dalam mobilnya di China. Sebagai gantinya, mereka akan menggunakan chip Turing dari Xpeng pada SUV listrik yang mulai dikirimkan pada akhir bulan Juni, sementara proyek chip otomotif canggih bersama Horizon Robotics masih dalam tahap pengembangan.
Selain itu, Volkswagen juga mengumumkan bahwa mulai tahun depan, mereka akan menggunakan AI asisten untuk menggerakkan sistem kontrol pengemudi dan kokpit terintegrasi. Pada bulan November lalu, mereka juga mengumumkan bahwa pusat riset di Hefei dapat secara independen mengembangkan dan menyetujui teknologi untuk mobil-mobilnya di China, yang tentunya mempercepat waktu peluncuran produk di pasar.
Menurut laporan yang dirilis baru-baru ini oleh Kamar Dagang Jerman di China, perusahaan otomotif Jerman di China telah meningkatkan aktivitas riset dan pengembangan mereka secara signifikan dalam dua tahun terakhir. Laporan tersebut menyebutkan bahwa hampir 80% perusahaan otomotif yang disurvei mengatakan bahwa lokalizasi R&D di China telah menurunkan biaya dibandingkan dengan Jerman, sementara sekitar 43% responden melaporkan bahwa kecepatan inovasi mereka meningkat lebih dari 40%.
Ini adalah momen krusial bagi Volkswagen untuk memposisikan diri di pasar mobil listrik yang sedang berkembang pesat. Dengan inovasi teknologi dan kemitraan strategis, Volkswagen berupaya untuk tidak hanya mempertahankan tetapi juga memperluas kehadirannya di pasar China yang kompetitif.

