Selama bertahun-tahun, para investor mencoba berbagai cara untuk memprediksi titik terendah harga Bitcoin di setiap pasar bearish. Beberapa metode ini ternyata cukup akurat, sementara yang lain menunjukkan pergeseran. Baru-baru ini, seorang analis crypto dengan nama samaran @cryptocupra di platform X (dulu Twitter) membagikan prediksinya sendiri tentang titik terendah harga, menggunakan teori 23-Bar.
Bagaimana Bitcoin Menemukan Titik Terendah di Masa Lalu
Dalam unggahannya di media sosial, analis crypto tersebut menjelaskan bahwa ada 23 bar yang telah berhasil memprediksi titik terendah dari setiap siklus bearish Bitcoin. Sepertinya, 23 bar ini akurat dalam tiga siklus terakhir dan bisa jadi akan memprediksi titik terendah lagi kali ini.
Analis tersebut menjelaskan teorinya menggunakan grafik Bitcoin selama 1 bulan, menunjukkan berapa banyak bar bulanan yang diperlukan hingga mencapai titik terendah. Memasuki analisis lebih dalam, analis ini mengemukakan bahwa iterasi pertama dari teori 23-bar ini terjadi pada pasar bearish 2014. Periode 23 bulan ini, sekitar dua tahun, ditunjukkan dalam analisis sebagai fase ekspansi, yang seringkali bertindak sebagai landasan harga menuju pasar bullish berikutnya.
Menghitung penutupan bulanan, ditemukan bahwa ada total 23 penutupan bulanan sebelum titik terendah terjadi. Setelah itu, harga Bitcoin segera rebound, yang pada gilirannya memulai siklus pasar bullish berikutnya.
Selanjutnya, analis crypto ini menunjukkan bahwa pola ini terulang pada pasar bullish 2018. Seperti pada 2014, terdapat total 21-23 bar bulanan, dan setelah bar-bar tersebut selesai, analis menyatakan bahwa titik terendah telah tercapai dan kemudian rally berikutnya dimulai.
Iterasi terbaru dari teori ini terjadi pada pasar bearish 2022, di mana analis tersebut sekali lagi menyoroti metode ini. Mereka menjelaskan bahwa harga Bitcoin mengalami 23 bar sama sebelum titik terendah tercapai dan kemudian memulai rally 2024-2025 di bulan-bulan setelahnya.
Melihat ke Depan: Apakah Sejarah Akan Terulang?
Kini, pada tahun 2026, analis tersebut percaya bahwa tren ini akan terulang lagi. Jika ini benar, artinya titik terendah telah tercapai dan Bitcoin kini berada dalam fase ekspansi dalam rentang 23 bar tersebut. Jika ini terjadi, maka bisa menandai titik terendah sebelum memulai kembali pasar bullish. Menurut analis crypto ini, sejarah tidak berbohong, sehingga harga BTC kemungkinan besar akan mengalami kenaikan yang signifikan sekali lagi.
Gambar utama dari Dall.E, grafik dari TradingView.com

