Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, akan berbicara pada hari Senin di kelas Prinsip Ekonomi Universitas Harvard. Ini akan menjadi salah satu penampilan publiknya yang terakhir sebelum masa jabatannya berakhir pada bulan Mei mendatang.
Diskusi ini muncul di tengah harapan pasar bahwa bank sentral akan menahan suku bunga hingga akhir tahun. Dalam pernyataan terbarunya, Powell menggambarkan perekonomian tumbuh dengan “kecepatan yang solid” dan menyatakan bahwa ia tidak khawatir tentang kemungkinan stagflasi, yaitu pertumbuhan rendah dengan inflasi tinggi. Namun, ia juga mencatat bahwa para pembuat kebijakan mengambil pendekatan yang hati-hati, mengingat beberapa faktor yang sedang berlangsung tahun ini, seperti perang di Iran, tarif, dan pasar tenaga kerja yang stagnan.
Masa jabatan Powell resmi berakhir pada 15 Mei, dan hanya ada satu pertemuan kebijakan lagi sebelum masa itu. Meski begitu, ada kemungkinan ia akan tetap dalam posisinya lebih lama jika Senat tidak mengkonfirmasi penggantinya yang ditunjuk, mantan Gubernur Kevin Warsh.
Saat ini, pencalonan Warsh terhambat di Komite Perbankan Senat, sementara Jaksa AS Jeanine Pirro melanjutkan penyelidikan terkait renovasi di markas besar Federal Reserve. Seorang hakim sebelumnya telah membatalkan subpoena yang dikirimkan oleh kantor Pirro kepada Powell, meskipun ia sedang mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Di sisi lain, kekhawatiran mengenai resesi mulai mendongkrak perhatian di Wall Street, dengan laporan yang menunjukkan adanya retakan di permukaan perekonomian. Goolsbee dari Fed bahkan mengungkapkan rasa khawatirnya terhadap inflasi di tengah iklim ekonomi yang “penuh tantangan tetapi intens”. Sementara itu, Gubernur Fed, Waller, menyerukan kehati-hatian saat ini dan menyatakan bahwa pemotongan suku bunga mungkin akan terjadi di kemudian hari.
Situasi ini menciptakan ketegangan di kalangan investor dan pengamat pasar, karena mereka terus memantau setiap langkah dan keputusan yang diambil oleh Federal Reserve. Kestabilan ekonomi menjadi sangat penting, dan pernyataan Powell dalam waktu dekat akan menjadi sentral dalam memahami arah kebijakan moneter ke depannya.

