Industri konstruksi terus menghadapi tantangan besar dalam produktivitas. Sejak tahun 2000, sektor ini hanya mengalami perbaikan produktivitas sebesar 0,4% setiap tahunnya, menjadikannya tertinggal dibandingkan sektor lain.
- Solusi Jobsite Intelligence
- Wawasan Berbasis AI: Kunci Proaktif dalam Mengelola Proyek
- 1. Pengambilan Keputusan yang Cepat dan Tepat
- 2. Mempertahankan Produktivitas di Tengah Kekurangan Tenaga Kerja
- 3. Menghindari Kehilangan Pengetahuan dari Perubahan di Tempat Kerja
- AI Mengubah Data Visual Menjadi Cerdas, Memberikan Kontraktor Cara Kerja yang Lebih Produktif
Meskipun ada potensi pertumbuhan, industri ini harus menyelesaikan proyek-proyek yang sudah ada sambil mencari cara untuk menutup kesenjangan produktivitas yang ada.
Lalu, apa yang menghambat kemajuan sektor konstruksi? Dari penundaan material hingga kekurangan tenaga kerja, masalahnya sangat kompleks dan tidak ada jawaban tunggal.
Banyak kontraktor kini beralih ke teknologi untuk mendukung berbagai alur kerja di lapangan. Salah satu solusi yang memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan produktivitas adalah “jobsite intelligence”.
Solusi Jobsite Intelligence
Jobsite intelligence membantu pemimpin proyek meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan data visual yang dihasilkan di lokasi konstruksi. Dengan dukungan AI, kemampuan solusi ini semakin maju, memberikan wawasan yang membantu para pemimpin proyek mengelola pekerjaan mereka secara proaktif.
Bagaimana AI mempengaruhi data visual dalam konstruksi dan meningkatkan produktivitas? Solusi jobsite intelligence menggunakan kamera di lokasi untuk menangkap data visual yang dapat mendukung keamanan, pemantauan kemajuan, dan keselamatan.
Namun, meskipun solusi ini memperbanyak data visual yang tersedia, tim proyek yang terbebani tidak memiliki cukup waktu atau sumber daya untuk menganalisisnya. Di sinilah AI berperan penting, mempercepat skala jobsite intelligence dan meningkatkan produktivitas keseluruhan. AI mampu dengan cepat menginterpretasi data visual dan memberikan wawasan kepada tim di lokasi secara real-time.
Contohnya, dalam briefing pagi, AI dapat menginterpretasi sebuah foto untuk merangkum kesiapan lokasi dari segi cuaca, kebersihan lokasi, dan ketersediaan tempat sampah. Kemampuan pencarian berbasis AI juga menyederhanakan pelaporan, menghilangkan kebutuhan untuk menyisir ratusan jam rekaman keamanan demi menemukan pelanggaran tertentu.
Wawasan Berbasis AI: Kunci Proaktif dalam Mengelola Proyek
Semakin baik tim proyek bisa merencanakan, semakin produktif mereka. Wawasan yang dihasilkan oleh jobsite intelligence membantu para pemimpin proyek memiliki visibilitas yang dibutuhkan untuk berupaya proaktif.
1. Pengambilan Keputusan yang Cepat dan Tepat
Menjalankan sebuah lokasi konstruksi adalah tantangan tersendiri. Apalagi jika harus mengelola beberapa lokasi secara bersamaan. AI membantu pengambilan keputusan dengan lebih cepat dan informed, menunjukkan informasi yang diperlukan saat dibutuhkan. Misalnya, dengan mengeluarkan peringatan ketika seorang pekerja tidak mengenakan alat pelindung diri (PPE) untuk mencegah cedera yang mahal, atau memberikan laporan keamanan lokasi 24 jam agar kontraktor tahu lokasi aman untuk bekerja.
Penting bagi pemimpin proyek untuk menghemat waktu dengan mendapatkan ringkasan status lokasi melalui email, termasuk kondisi kebersihan dan tanah, sebelum hari kerja dimulai. Keputusan yang cepat, sederhana, dan dapat ditindaklanjuti adalah hasil yang diinginkan.
Lebih dari 60 persen perusahaan konstruksi melaporkan adanya proyek yang tertunda, dipangkas, atau dibatalkan akibat ketidakpastian ekonomi, kekurangan tenaga kerja, dan gangguan rantai pasokan. Oleh karena itu, penting bagi kontraktor untuk memiliki visibilitas menyeluruh terhadap semua area proyek demi pengambilan keputusan yang lebih strategis.
2. Mempertahankan Produktivitas di Tengah Kekurangan Tenaga Kerja
Tantangan tenaga kerja yang dihadapi industri konstruksi membawa dampak besar pada produktivitas. Sebanyak 83% perusahaan konstruksi melaporkan kesulitan dalam mempekerjakan superintenden dan 81% kesulitan menemukan manajer proyek dan pengawas.
Kondisi ini membuat sulit bagi pemimpin proyek untuk memantaunya secara bersamaan. Dengan memberikan pembaruan dan analisis melalui jobsite intelligence yang didukung AI, mereka dapat mengelola waktu lebih baik. Misalnya, laporan kemajuan dapat menggantikan tiga panggilan telepon dan perjalanan 45 menit untuk memverifikasi status pengecoran semen. Jika satu lokasi menghadapi masalah, mereka tetap bisa memantau proyek lainnya. Waktu yang dihemat akan berdampak positif pada kinerja, kepuasan kerja yang lebih tinggi, dan memudahkan rekrutmen talenta baru.
3. Menghindari Kehilangan Pengetahuan dari Perubahan di Tempat Kerja
Saat banyak tenaga kerja konstruksi mendekati masa pensiun, industri ini berisiko kehilangan pengetahuan berharga. Diharapkan pada tahun 2031, 41% pekerja konstruksi akan pensiun, sementara hanya 10% pekerja saat ini yang berusia di bawah 25 tahun.
Ketika pekerja berpengalaman pensiun sebelum pekerja baru masuk, generasi baru kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan langsung dari veteran industri. Di sinilah pekerjaan yang berbasis pada data visual menjadi sangat berharga.
Tim proyek dapat menggunakan jobsite intelligence yang didukung AI untuk mengategorikan data visual, menangkap wawasan dari veteran, dan menjadikannya materi pelatihan. Ini memungkinkan untuk mempertahankan pengetahuan berharga dan meneruskannya ke generasi berikutnya.
AI Mengubah Data Visual Menjadi Cerdas, Memberikan Kontraktor Cara Kerja yang Lebih Produktif
AI berperan penting dalam mengembangkan jobsite intelligence agar tim proyek dapat memanfaatkan wawasan dari data visual. Tim akan mendapatkan nilai lebih dari solusi yang dirancang khusus untuk konstruksi dan memberikan wawasan real-time untuk menjaga lokasi tetap aman dan terjamin. Ini pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas keseluruhan dan memastikan proyek selesai tepat waktu.

