Puluhan juta data mungkin telah bocor setelah serangan terhadap salah satu ISP terbesar di Jepang
Serangan ini memanfaatkan kerentanan dalam perangkat lunak pihak ketiga yang digunakan oleh KDDI. Tidak hanya KDDI, lima ISP lainnya juga terdampak oleh serangan ini.
Baru-baru ini, KDDI Corporation, penyedia layanan telekomunikasi Jepang, mengungkapkan bahwa mereka mengalami pelanggaran data yang bisa menyebabkan email dan kombinasi kata sandi lebih dari 14 juta pelanggan terbongkar. Serangan ini terjadi pada 17 Juni 2026, di mana para peretas berhasil mengeksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak pihak ketiga untuk mengakses basis data kredensial.
Setelah mengetahui adanya kebobolan ini, KDDI dengan cepat memblokir akses para peretas ke sistem mereka. Mereka mengonfirmasi bahwa, meskipun telah ada langkah-langkah pertahanan teknis yang diterapkan, tetap ada kemungkinan bahwa alamat email dan kata sandi pelanggan bisa diakses oleh pihak ketiga yang tidak berwenang.
Jutaan kredensial terungkap
Sayangnya, kebocoran ini tidak hanya terjadi di KDDI. Layanan email dari lima ISP lainnya juga terkena dampak pelanggaran ini:
- STNet, Inc.
- JCOM Co., Ltd.
- Chubu Telecommunications C., Inc.
- NIFTY Corporation
- BIGLOBE Inc.
KDDI saat ini masih menyelesaikan penyelidikan formal terkait serangan ini, namun mereka mencatat bahwa kemungkinan hacker berhasil mengakses alamat email dan kata sandi untuk 14.22 juta pelanggan, baik yang aktif maupun yang sudah tidak lagi menggunakan layanan mereka. Beberapa kata sandi juga dilaporkan disimpan dalam format terenkripsi, sehingga tidak dapat diakses oleh para peretas. Namun, KDDI tidak memberikan informasi terkait jumlah atau persentase kata sandi yang aman ini.
Sejak penemuan kebocoran ini, KDDI telah bekerja sama dengan ISP yang terdampak untuk memperkuat sistem dan mengambil langkah mitigasi agar akun-akun terkena dampak tidak disalahgunakan. Pelanggan juga disarankan untuk segera mengganti kata sandi akun mereka serta menerapkan otentikasi dua faktor untuk meningkatkan keamanan.
Pelanggaran data seperti ini sangat berbahaya karena dapat mengekspos kombinasi email dan kata sandi. Dengan banyaknya orang yang memiliki satu atau dua alamat email untuk berbagai akun, semakin besar kemungkinan hacker mencoba menggunakan kombinasi tersebut untuk mengakses akun lain yang dibuat dengan alamat email yang sama. Ini semakin riskan jika mereka menggunakan kata sandi yang sama di beberapa akun.
Para peretas bisa menggunakan teknik brute force untuk mencoba ratusan kombinasi kata sandi dalam waktu singkat, guna meretas kata sandi yang lemah atau yang sering dipakai ulang. Oleh karena itu, saat membuat atau memperbarui kata sandi untuk akun mana pun, penting untuk membuat kata sandi yang kuat dan unik.
Pengelola kata sandi bisa membantu menciptakan dan menyarankan kata sandi yang kuat, menyimpannya dengan aman, dan secara otomatis mengisi formulir login untuk menghilangkan kerepotan dalam mengingat kata sandi. Selain itu, beberapa layanan juga menawarkan opsi untuk masuk menggunakan passkey, yang memanfaatkan mekanisme otentikasi biometrik bawaan perangkat pengguna seperti pemindaian wajah atau sidik jari. Metode login ini tidak hanya menghilangkan kebutuhan untuk mengetikkan kata sandi, tetapi juga mengurangi kemungkinan hacker mengakses akun melalui serangan phishing.

