JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) punya peluang untuk melanjutkan technical rebound di rentang pergerakan 5.182 hingga 5.400 pada Kamis (29/10/2026). Tiga saham yang direkomendasikan untuk dibeli adalah DSNG, ANTM, dan AADI.
Dalam riset pagi ini, BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan bahwa pergerakan indeks akan sangat dipengaruhi oleh keputusan The Fed yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 3,75 hingga 4,00%. Ini mengikuti ekspektasi pasar. Namun, inflasi yang masih tinggi di AS dan adanya dua pejabat yang mendesak agar suku bunga naik lagi menunjukkan bahwa risiko kebijakan moneter yang ketat masih ada.
Di sisi lain, sentimen pasar domestik semakin meningkat, terutama menjelang rilis laporan keuangan emiten untuk kuartal III-2026. Secara teknikal, IHSG berpeluang untuk melanjutkan technical rebound secara terbatas selama masih berada di atas level support 5.182 hingga 5.118. Meskipun begitu, tren saat ini masih bearish, karena indeks masih di bawah MA20 di angka 5.731 dan MA200 yang berada di 6.899. Indikator MACD meski masih negatif, tapi histogram yang menyusut menunjukkan bahwa tekanan bearish mulai mereda.
Pergerakan indeks juga akan terpengaruh oleh penguatan pasar saham Wall Street, di mana Dow Jones naik sebesar 0,19%. Tak ketinggalan, S&P 500 menguat 0,28% dan Nasdaq naik 0,27%. Sementara itu, harga minyak mencatatkan kenaikan yang signifikan.
Terkait dengan saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan untuk membeli saham DSNG dengan target harga antara Rp 1.490 hingga Rp 1.550. Kemudian ANTM dengan target harga Rp 2.860 hingga Rp 2.990, dan AADI dengan target harga Rp 11.215 hingga Rp 12.475. Sementara itu, saham RANS direkomendasikan untuk dijual.
Kemarin, IHSG ditutup rebound dengan kenaikan 16,18 poin atau 0,31% menjadi 5.282, diiringi dengan pembelian bersih saham oleh investor asing. Aksi beli yang kuat terlihat pada saham BBCA yang mencapai net buy sebesar Rp 1,17 triliun. Selain itu, pemodal asing juga merealisasikan net buy pada saham ASII sebesar Rp 53,33 miliar.
Faktor utama yang mendorong IHSG kembali ke zona hijau adalah lonjakan harga saham BBCA yang meningkat 7,65% menjadi Rp 5.275. Kenaikan ini juga didukung oleh kenaikan saham ASII sebesar 7,99% menjadi Rp 5.000, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 3,72% menjadi Rp 3.900. Kenaikan harga juga disokong oleh saham-saham BBRI, BBNI, dan BRIS yang menunjukkan performa positif.
Secara sektor, kenaikan tertinggi berasal dari sektor kesehatan yang menguat 1,71%, sektor keuangan naik 0,80%, dan sektor transportasi yang meningkat 0,31%. Namun, beberapa sektor mengalami penurunan, di antaranya sektor infrastruktur yang turun 2,13%, sektor teknologi yang merosot 0,07%, serta sektor properti yang turun 0,18%. Sektor konsumer primer dan non-primer masing-masing turun 0,66% dan 0,53%, sementara sektor energi terkoreksi 1,33% dan sektor material dasar melemah 0,56% bersama sektor industri yang turun 0,39%.
Saham-saham yang mencatatkan kenaikan harga paling pesat hari ini meliputi saham KOPI yang melonjak 26,17% menjadi Rp 188, KOKA yang naik 22,12% menjadi Rp 138, PBID yang menguat 13,33% menjadi Rp 595, MKNT yang naik 12,50% menjadi Rp 9, PTSP yang meningkat 12,16% menjadi Rp 2.490, dan HEAL yang naik 11,68% menjadi Rp 545.

