Inflasi di Filipina menurun untuk bulan kedua berturut-turut, menjauh dari titik tertinggi dalam tiga tahun yang tercatat pada bulan April. Ini memberikan harapan baru untuk bank sentral yang sudah mulai mengetatkan kebijakan moneter demi mengekang kenaikan harga barang.
Menurut data dari Philippine Statistics Authority, inflasi pada bulan Juni mencapai 6,4 persen, lebih rendah dibandingkan 6,8 persen pada bulan Mei. Angka ini juga lebih baik daripada 7,2 persen yang dicatat pada bulan April serta di bawah estimasi median 6,5 persen dari survei ekonom Bloomberg.
Penurunan inflasi di bulan Juni ini didorong oleh laju kenaikan harga transportasi dan makanan yang melambat, seperti yang disampaikan oleh Dennis Mapa, Kepala Statistik Nasional. Setelah rilis data ini, nilai tukar peso mengalami penguatan sebesar 0,1 persen terhadap dolar AS.
Bank Sentral ng Pilipinas (BSP) telah menaikkan suku bunga acuan hingga 50 basis poin tahun ini dalam upaya meredam inflasi yang jauh di atas target 3 persen. Salah satu penyebab utama kenaikan harga ini adalah dampak dari perang AS-Iran yang telah mendorong harga bahan bakar domestik, mengingat negara ini mengandalkan hampir seluruh pasokan minyak dari Timur Tengah.
Gubernur BSP, Eli Remolona, menyampaikan bulan lalu bahwa ada kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan pada pertemuan kebijakan berikutnya di bulan Agustus. Namun, ia juga menekankan bahwa otoritas moneter tidak sedang mempertimbangkan kenaikan yang tajam karena ekspektasi inflasi tetap terkendali.
Pada hari Senin, Remolona menyatakan bahwa ekonomi mungkin mampu menghadapi kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin, sambil memprediksi pertumbuhan ekonomi dapat lebih dari 3 persen di paruh kedua tahun 2026. Hal ini menunjukkan keyakinan bahwa meskipun ada tantangan, Filipina masih memiliki ruang untuk tumbuh secara positif.
Secara keseluruhan, perkembangan terbaru ini menunjukkan adanya harapan bagi perekonomian Filipina di tengah tantangan inflasi. Investor dan para pengamat pasar tentu akan terus memantau langkah-langkah yang akan diambil Bank Sentral dan dampaknya terhadap pasar keuangan dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

