Presiden AS, Donald Trump, mengungkapkan harapannya untuk bertemu dengan rekan sejawatnya dari China, Xi Jinping, sekitar tanggal 24 September, yang kebetulan akan bertepatan dengan pertemuan tahunan Majelis Umum PBB di New York bulan itu.
Trump menyebutkan tanggal tersebut saat membahas pembangunan ballroom baru di Gedung Putih dalam sebuah acara pada hari Senin (6 Juli), dengan menyebut kunjungan presiden China sebagai salah satu alasan untuk pembangunan struktur baru tersebut.
“Misalnya, Presiden Xi akan datang ke sini pada – menjelang akhir 24 September, saya percaya,†kata Trump. “Yang kita butuhkan adalah ballroom besar, kita bisa menampung ribuan orang untuk melihatnya. Semua orang ingin bertemu dengannya.â€
Kunjungan pada tanggal tersebut di Washington akan berlangsung bersamaan dengan pertemuan tingkat tinggi tahunan Majelis Umum PBB. Trump, yang dijadwalkan memberikan pidatonya kepada Majelis Umum pada 22 September, biasanya menghabiskan beberapa malam di New York untuk bertemu dengan pemimpin-pemimpin dunia lainnya. Sejak menjabat pada 2012, Xi hanya sekali menghadiri acara tersebut.
Sementara Trump sebelumnya telah menyampaikan harapannya untuk menjamu Xi pada bulan September, dia belum menawarkan tanggal pasti untuk kunjungan tersebut.
Trump dan Xi terakhir kali bertemu pada bulan Mei tahun ini dalam sebuah pertemuan puncak yang mendapat sorotan di Beijing, di mana kedua negara berusaha memperkuat hubungan setelah ketegangan yang dipicu oleh perang Iran.
Walaupun ada inisiatif untuk memperkuat hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia dan beberapa kemajuan dalam perdagangan, masih ada sejumlah titik geopolitis yang menjadi perhatian, termasuk situasi di Timur Tengah, status Taiwan, dan upaya Trump untuk membangun kembali dinding tarifnya.

