[MANILA] Bank sentral Filipina baru saja meningkatkan suku bunga utamanya sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen pada hari Kamis (18 Juni), seperti yang dinyatakan dalam rilis resmi mereka.
Dari 25 ekonom yang disurvei oleh Reuters, dua puluh di antaranya memperkirakan bahwa Bangko Sentral ng Pilipinas akan menaikkan suku bunga pinjaman semalam sebesar 25 basis poin. Lima lainnya memprediksi kenaikan lebih besar, yakni 50 basis poin hingga mencapai 5 persen.
Dalam pernyataannya, BSP mengatakan, “Tindakan kebijakan hari ini akan membantu menjaga ekspektasi inflasi tetap stabil dan mengurangi risiko efek berantai.” Ini menunjukkan bahwa mereka ingin mengendalikan inflasi agar tidak semakin melambung
Kenaikan ini mengikuti peningkatan sebesar 25 basis poin yang terjadi pada pertemuan sebelumnya di bulan April. Bank sentral memang tengah memperketat kebijakan moneter untuk menahan inflasi agar tetap terkendali.
Sebelumnya, bank sentral juga menggelar pertemuan di luar jadwal pada 26 Maret lalu, di mana mereka memutuskan untuk mempertahankan suku bunga. Ini adalah langkah pertama oleh bank sentral di Asia sebagai respons terhadap konflik di Timur Tengah, yang mencerminkan kekhawatiran yang semakin meningkat tentang dampaknya terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Inflasi tahunan di Filipina pada bulan Mei lalu melandai menjadi 6,8 persen, turun dari 7,2 persen pada bulan sebelumnya. Penurunan ini didorong terutama oleh pelambatan kenaikan harga makanan dan biaya transportasi. Meskipun begitu, laju kenaikan harga konsumen tetap di atas target BSP yang sebesar 3 persen untuk bulan ketiga berturut-turut.

