Setelah melewati dua krisis besar, pendiri Sunway berkolaborasi dengan manajemen profesional dan merencanakan suksesi secara perlahan untuk menjaga bisnis dan keluarga tetap utuh.
Di dalam Kekaisaran Keluarga Asia: Bagaimana Mereka Bertransformasi untuk Mengambil Peluang Pertumbuhan Selanjutnya
[HO CHI MINH CITY] Pendiri dan ketua Sunway Group, Dr. Jeffrey Cheah, berada dalam situasi sulit dengan kekurangan uang dan opsi saat bantuan datang dari Singapura.
Bisnis yang dia bangun hampir mengalami kebangkrutan dua kali. Yang pertama terjadi pada tahun 1985, ketika resesi ekonomi yang brutal di Malaysia membuat bisnisnya terancam runtuh. Kali kedua jauh lebih parah: selama krisis keuangan Asia di akhir 1990-an, pinjaman yang dia ambil membengkak hingga yang sekarang dia sebut sebagai level “bodoh” – rasio utang mencapai 200 persen, sementara suku bunga melonjak setinggi 28 persen.
Krisis tersebut memang menjadi pelajaran berharga bagi Dr. Cheah. Dia menyadari pentingnya mengadaptasi strateginya agar bisnisnya tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Dalam situasi penuh tekanan, Dr. Cheah mendapatkan dukungan dari para profesional serta pengalaman internasional yang membantunya membawa Sunway ke jalur yang lebih stabil.
Selama lebih dari tiga dekade, Sunway berkembang dari proyek pengembangan real estate hingga menjadi grup yang terdiversifikasi, termasuk dalam sektor pendidikan, perhotelan, dan kesehatan. Pendekatan inovatif dan fokus pada keberlanjutan menjadi ujung tombak strategi bisnisnya. Dia percaya bahwa dalam menghadapi tantangan, kewirausahaan yang adaptif adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang cerah.
Fokusnya pada suksesi yang terencana juga sangat penting. Dr. Cheah tidak asal mempercayakan kepemimpinan kepada generasi selanjutnya. Proses suksesi berjalan bertahap, di mana setiap anaknya diperkenalkan secara bertahap kepada tanggung jawab dan dinamika bisnis, memastikan bahwa mereka siap mengambil alih ketika saatnya tiba. Ini bukan hanya tentang menyerahkan pelancong bisnis, tetapi menciptakan pemimpin yang memahami inti prinsip-prinsip yang telah membangun Sunway.
Sunway juga berkomitmen pada nilai-nilai yang lebih luas, termasuk tanggung jawab sosial. Misalnya, mereka aktif terlibat dalam berbagai program yang membantu masyarakat. Dengan kata lain, Sunway berupaya berkontribusi lebih dari sekadar keuntungan. Ini sejalan dengan tren investasi yang semakin mengedepankan keberlanjutan dan dampak sosial.
Dari pengalaman sulit hingga keberhasilan yang mapan, perjalanan Sunway menunjukkan bahwa resiliensi dan adaptabilitas adalah kunci. Dr. Cheah pun berharap bahwa kisahnya bisa menginspirasi pengusaha lain di seluruh Asia untuk terus berinovasi dan berinvestasi pada masa depan. Dalam dunia yang terus berubah, siapa pun yang dapat beradaptasi dengan cepat akan berada di posisi yang lebih baik untuk meraih peluang yang ada.
Dengan kombinasi strategi bisnis yang tajam, manajemen yang efektif, dan nilai-nilai sosial yang kuat, Sunway Group menciptakan model bisnis yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga berkontribusi positif terhadap masyarakat. Ini adalah contoh nyata bagaimana perusahaan keluarga bisa bertransformasi dan bersaing di dunia yang semakin kompleks.

