Para penerbit ETF besar yang berencana meluncurkan dana terleverage terkait SpaceX diminta untuk menunda peluncurannya hingga hari Senin. Penundaan ini berdampak pada produk-produk dari perusahaan seperti Direxion, ProShares, GraniteShares, dan Defiance, yang semua sudah mempersiapkan ETF 2x leveraj panjang dan pendek yang terhubung dengan debut saham SpaceX.
Dengan penundaan ini, para trader tidak akan bisa mengakses eksposur terleverage pada hari perdagangan pertama IPO SpaceX, sebuah momen yang diharapkan banyak orang akan melihat fluktuasi harga yang kuat dan spekulasi yang tinggi.
Menurut laporan, penundaan ini diminta oleh bursa saham karena kekhawatiran terkait waktu peluncuran produk-produk terleverage bersamaan dengan IPO yang menarik perhatian besar.
Bagaimana cara kerja leveraged ETF SpaceX?
Setelah mendapatkan persetujuan, ETF ini akan memungkinkan investor untuk mendapatkan eksposur yang lebih besar terhadap saham SpaceX tanpa harus memiliki saham tersebut secara langsung. Misalnya, ETF terleverage 2x bertujuan untuk menawarkan dua kali pergerakan harga harian dari aset yang mendasarinya, baik saat naik maupun turun.
Manajer aset menyatakan bahwa produk ini dirancang untuk perdagangan jangka pendek dan spekulasi harga, bukan untuk penyimpanan jangka panjang. Perdagangan akan berlangsung di bursa utama AS, termasuk Cboe Global Markets.
Penerbit sebelumnya berharap untuk meluncurkan pada hari yang sama dengan IPO untuk menangkap minat dan volatilitas awal. Beberapa perusahaan mencatat bahwa minat perdagangan awal bisa menjadi salah satu peluncuran ETF terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan potensi aliran dana mencapai miliaran dolar.
Mengapa regulator berhati-hati terhadap leveraged ETF yang terkait dengan IPO?
Menurut sumber, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengungkapkan kekhawatiran bahwa meluncurkan ETF terleverage bersamaan dengan IPO besar dapat menciptakan kompleksitas yang berlebihan selama penemuan harga awal.
Regulator fokus pada menjaga stabilitas selama fase awal perdagangan, terutama untuk listing yang sangat dinanti seperti SpaceX. Bursa juga mendukung keputusan untuk menunda listing sampai setelah IPO mulai diperdagangkan.
Leveraged ETF yang terhubung dengan saham individual masih tergolong baru di pasar AS dan telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Para pelaku pasar mengatakan bahwa listing SpaceX bisa menjadi salah satu peristiwa ETF yang paling diperhatikan, dengan persaingan ketat yang diharapkan setelah perdagangan dimulai.
Apakah Elon Musk bisa menjadi triliuner pertama di dunia dari SpaceX?
IPO SpaceX dan meningkatnya minat terhadap leveraged ETF membawa perhatian kembali pada kekayaan pribadi Elon Musk. Sebagai pemegang saham terbesar di SpaceX, kekayaan bersih Musk sangat terkait dengan penilaian perusahaan.
Jika SpaceX menunjukkan performa yang kuat setelah listing, para analis memperkirakan ini bisa secara signifikan meningkatkan kekayaan Musk yang sudah sangat besar. Ditambah dengan kepemilikan sahamnya di Tesla dan usaha lainnya, beberapa perkiraan menunjukkan bahwa kekayaannya bisa mendekati angka triliun dolar seiring waktu, tergantung pada kondisi pasar.
Namun, hal ini tidak terjamin. Kekayaannya tergantung pada pertumbuhan penilaian yang berkelanjutan di seluruh perusahaannya, permintaan investor setelah IPO, dan kinerja pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Musk mengumumkan bahwa X Money, sistem pembayaran terintegrasi untuk platform X, dijadwalkan berpindah ke fase beta eksternal dalam satu hingga dua bulan ke depan.

