XRP perlahan-lahan sedang mengubah cara kita memandang nilai di pasar kripto, dengan narasi yang lebih fokus pada utilitas. Sementara beberapa aset dinilai berdasarkan spekulasi semata, peran XRP dalam infrastruktur pembayaran global memberikan kerangka kerja yang berbeda, berfokus pada efisiensi, likuiditas, dan penggunaan di dunia nyata.
Bagaimana Aliran Pembayaran Institusional Bisa Bentuk Permintaan XRP
XRP seharusnya dilihat bukan hanya sebagai cryptocurrency tradisional, tapi lebih sebagai komoditas digital yang dirancang untuk memfasilitasi likuiditas di jaringan keuangan global. Menurut CharuSan, kapitalisasi pasar adalah metrik saham yang gagal menangkap peran sebenarnya dari XRP sebagai aset jembatan institusional yang mendukung transfer nilai global dan kolam likuiditas.
Saat adopsi semakin meluas di kalangan bank, pasar valuta asing (FX), dan institusi penyelesaian seperti Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC), akun Nostro dan Vostro mulai menggunakan XRP secara besar-besaran. Ini berarti harga XRP akan dihitung berdasarkan suplai dalam pembayaran Ripple (ODL). Saat ini, itu dihitung berdasarkan likuiditas yang tersedia, bukan hanya suplai yang beredar saja.
CharuSan menjelaskan bahwa kecepatan transaksi saja tidak bisa menggantikan kedalaman likuiditas, terutama ketika banyak institusi memproses volume transaksi global yang lebih besar secara bersamaan. Selain itu, kecepatan punya batasan. Dalam sistem yang sudah dioptimalkan, 1 XRP dapat berputar maksimal 10 kali sehari. XRP dirancang untuk kolam likuiditas yang dalam dan memungkinkan kapasitas unit nilai yang tinggi, yang dibutuhkan untuk menghilangkan slippage dan menetralkan risiko volatilitas bagi bank selama transfer nilai tinggi.
Perintah Fintech Trump Picu Optimisme Baru untuk Adopsi XRP
Perintah eksekutif terbaru yang berfokus pada fintech dari Presiden Donald Trump bisa jadi perkembangan signifikan bagi industri aset digital secara umum, dan mungkin bagi utilitas jangka panjang XRP. Seorang analis kripto bernama BankXRP di X menyatakan bahwa dengan menginstruksikan Federal Reserve (Fed) untuk mengevaluasi pemberian akses langsung kepada perusahaan kripto ke infrastruktur pembayaran AS, kebijakan ini memperkenalkan jalan bagi perusahaan blockchain seperti Ripple untuk terintegrasi langsung dengan sistem keuangan tradisional.
Dengan demikian, pemerintahan ini bisa membawa perubahan besar bagi Ripple, memungkinkan mereka untuk mengakses jalur pembayaran Fed dan sepenuhnya melewati perantara bank tradisional. Untuk ekosistem XRP, hasilnya kemungkinan akan berupa kecepatan penyelesaian yang lebih cepat, biaya transaksi institusional yang lebih rendah, dan akses langsung ke akun utama Fed.
BankXRP berargumen bahwa jika tinjauan ini berhasil, perubahan tersebut bisa mengangkat peran XRP dari sekadar aset spekulatif menjadi instrumen keuangan yang diatur dan terintegrasi dalam jaringan pembayaran global serta menjadi pilar dasar perdagangan internasional.
Analis Skipper juga memperbarui bahwa Ripple dilaporkan telah mencapai tonggak penting dengan mengamankan lisensi bank. Laporan tersebut menunjukkan bahwa langkah ini telah membantu meningkatkan valuasi Ripple di atas $120 miliar, menguatkan posisinya sebagai perusahaan infrastruktur keuangan besar yang terkait dengan ekosistem XRP.
XRP kini diperdagangkan di angka $1.34 pada grafik harian, menandakan pergerakan positif di pasar yang tampaknya semakin menjanjikan.

