Bitcoin memulai bulan Mei dengan cukup tenang, bahkan mengalami kenaikan hingga 3,5% pada hari Jumat. Saat artikel ini ditulis, cryptocurrency terkemuka ini diperdagangkan di sekitar $78,400, dengan pergerakan harga yang hampir tidak berubah dalam 24 jam terakhir.
Yang menarik, seorang analis pasar menjelaskan bahwa perubahan perilaku investor Bitcoin yang terlihat bisa jadi merupakan pengaruh besar terhadap ketidakstabilan cryptocurrency ini.
Daya Beli di Binance Mulai Melemah Setelah Rally Bitcoin
Crazzyblockk dalam sebuah postingan di platform CryptoQuant menyoroti pergeseran dinamis di antara para investor Bitcoin dalam beberapa hari terakhir. Indikator yang relevan di sini adalah metrik Netflow Stablecoin Binance (USD).
Sebagai konteks, metrik ini melacak jumlah net stablecoin yang masuk atau keluar dari Binance, sehingga bisa mengindikasikan apakah daya beli sedang terakumulasi (inflows) atau ditarik keluar (outflows) dari bursa tersebut.
Menurut Crazzyblockk, Binance, sebagai bursa terkemuka di dunia berdasarkan volume perdagangan, mencatat sejumlah besar inflow harian dari 14 hingga 22 April. Pada periode ini, Binance melihat inflow harian berkisar antara $548 juta hingga $1,14 miliar dalam bentuk stablecoin baru.
Menariknya, aliran inflow yang konsisten ini sesuai dengan pemulihan Bitcoin dari $74,000 ke $78,000. Para ahli kripto mencatat bahwa ini adalah tanda “akumulasi daya beli sesuai buku pedoman di Binance.”
Namun, aliran masuk stablecoin ini sepertinya telah berakhir—sebuah kejadian yang bisa menyebabkan rally ini semakin kehilangan kekuatannya. Hal ini juga bisa menjadi tanda perubahan sentimen yang berpotensi negatif, mengingat tekanan bearish bisa cepat muncul di level resistance yang signifikan, seperti yang sedang terjadi saat ini.
Binance Mencatat $1,54 hingga $1,78 Miliar Outflows per Hari Sejak 28 April
Di sisi lain, para investor tidak hanya menahan likuiditas mereka; mereka juga menunjukkan tanda-tanda pergeseran sentimen. Sejak 28 April, Binance mengalami lima hari berturut-turut dengan outflow stablecoin, berkisar antara $1,54 miliar hingga $1,78 miliar setiap harinya.
Menurut Crazzyblockk, penjualan besar stablecoin yang serupa belum pernah terlihat di pasar Bitcoin sejak 26 Januari. Terakhir kali terjadi, outflow harian mencapai $3,2 miliar, sementara harga pasar utama berada di sekitar $89,500.
Perlu dicatat, periode itu diikuti oleh penurunan harga BTC sekitar 15% sebelum akhirnya stabil di sekitar $76,000. Crazzyblockk menjelaskan lebih lanjut bahwa ini disebabkan oleh mekanisme sederhana yang berulang pada skala lebih kecil: “cadangan stablecoin terakumulasi, memicu rally, lalu berkurang saat siklus kehabisan daya.”
Oleh karena itu, jika netflow stablecoin di Binance tidak kembali ke sisi inflow, Bitcoin berpotensi menghadapi risiko penurunan yang signifikan. Untuk mengurangi risiko ini, Crazzyblockk menjelaskan bahwa modal baru, dalam bentuk stablecoin, perlu kembali masuk ke bursa, khususnya Binance.
Dengan begitu, pasar akan lebih stabil dan peluang untuk rally kembali ke arah positif bisa lebih besar.

