Setelah mengalami gelombang yang cukup mengguncang di bulan Februari, dana yang diperdagangkan di bursa untuk Bitcoin (Bitcoin ETFs) menunjukkan tanda-tanda rebound yang cukup menggembirakan dalam akumulasi. Meskipun jumlah kepemilikan ETF masih negatif untuk tahun 2026, situasinya kini jauh lebih baik dalam beberapa minggu terakhir.
Bitcoin ETFs mulai melihat aliran kembali setelah aksi jual besar-besaran di bulan Februari. Dalam konteks ini, “ikan paus” banyak yang melakukan pembelian, sementara investor ritel lebih banyak menjual. Meskipun ETF mengenakan biaya kecil, mereka tetap menawarkan keunggulan bagi para pemegang jangka panjang yang berencana untuk menyimpan Bitcoin sampai pensiun.
Aliran Bitcoin ETF Mulai Pulih Setelah Penjualan Besar di Februari
“Untuk momentum positif Bitcoin berlanjut, tren ini perlu dipertahankan. Ini bisa membantu meningkatkan permintaan di pasar spot serta eksposur di pasar futures.” – Oleh @Darkfost_Coc pic.twitter.com/Q0x9vkHio3
— CryptoQuant.com (@cryptoquant_com) 26 Maret 2026
Aliran Bitcoin ETF Menunjukkan Tanda Pemulihan
Dari tingkat terendah dengan aliran keluar bersih sebesar 42.000 BTC sejak awal tahun, ETF kini berhasil mendapatkan kembali sekitar 38.000 BTC dalam sebulan terakhir, mengurangi defisit kumulatif menjadi sekitar -4.000 BTC. Aliran masuk ini setara dengan investasi sekitar $2,6 miliar dalam Bitcoin ETFs, menunjukkan minat investor yang kembali pulih terhadap cryptocurrency terkemuka ini meskipun pasar masih volatile.
Pemulihan aliran ETF ini berkontribusi pada momentum positif di pasar Bitcoin. Para analis mencatat bahwa permintaan institusional melalui ETF tetap menjadi pendorong utama untuk stabilitas harga, bahkan saat Bitcoin terus diperdagangkan dalam kisaran yang ketat. Tren ini menunjukkan semakin pentingnya kendaraan investasi yang diatur dalam membentuk sentimen pasar dan likuiditas.
Implikasi untuk Pasar Spot dan Futures Bitcoin
Akumulasi ETF yang berkelanjutan bisa berdampak lebih luas pada pasar Bitcoin secara keseluruhan. Aliran masuk ETF yang meningkat sering kali menerjemahkan ke dalam permintaan pasar spot yang lebih tinggi, karena ETF membeli Bitcoin untuk mendukung saham mereka.
Lebih dari itu, aktivitas ETF bisa mempengaruhi posisi pasar futures, yang mungkin mengurangi volatilitas dan menarik lebih banyak partisipasi dari institusi. Pengamat pasar menekankan bahwa aliran masuk yang berkelanjutan akan menjadi kunci untuk menjaga tekanan ke atas dan meningkatkan kepercayaan di kalangan investor ritel maupun institusi.
Walaupun ketidakpastian di pasar crypto masih berlangsung, rebound ETF belakangan ini menunjukkan bahwa Bitcoin tetap menjadi aset favorit di kalangan investor institusi. Para analis menyarankan agar investasi ETF terus dipantau dalam beberapa minggu ke depan, karena akumulasi yang konsisten bisa menjadi sinyal awal pemulihan yang lebih berkelanjutan bagi Bitcoin dan pasar cryptocurrency secara keseluruhan.
Sementara itu, kepala strategi komoditas di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, mengulangi pandangannya yang bearish, memperingatkan bahwa Bitcoin ($BTC) bisa jatuh hingga $10.000 pada tahun 2026.

