Setelah meraih kemenangan spektakuler, Justin Gaethje baru saja menggenggam sabuk juara UFC ringan. Ia berhasil mengalahkan Ilia Topuria lewat TKO di ronde keempat dalam acara UFC Freedom 250 yang diadakan di Gedung Putih. Namun, meskipun menang besar, Gaethje tidak berencana untuk pensiun; justru sebaliknya, dia siap untuk kembali bertarung.
Dalam sebuah podcast yang dipandu Joe Rogan, Gaethje mengungkapkan rencana masa depannya. Saat ditanya tentang kemungkinan pensiun, Gaethje menjelaskan bahwa saat ini tidak ada rasa bahwa semuanya sudah berakhir. Ia mengaku akan berbicara dengan ibunya mengenai keputusan tersebut, tetapi tampaknya dia sudah mantap untuk tetap bertarung.
Fakta Penting
- Petenis: Justin Gaethje, juara ringan UFC
- Kemenangan Terbaru: Mengalahkan Ilia Topuria dengan TKO di ronde keempat pada UFC Freedom 250 (Gedung Putih, 14 Juni)
- Berita: Mengatakan kepada Joe Rogan bahwa dia berencana untuk bertarung lagi
- Rematch dengan Topuria: Menolak, dengan alasan Topuria tidak layak
- Jadwal Kembali: Tidak di tahun 2026; menargetkan awal 2027
Apakah Justin Gaethje Pensiun Setelah UFC Freedom 250?
Gaethje terlihat akan tetap di pentas UFC untuk waktu yang lebih lama dan kemungkinan besar akan mempertahankan gelar 155 pon. Meskipun sulit untuk mengalahkan kemenangan atas Topuria, dia meyakini masih ada banyak yang bisa ditunjukkan dan dicapai. Dia berkomitmen untuk tidak mengumumkan pensiun di malam pertarungan, menghargai keputusan yang lebih bijak.
Di podcast Rogan, ia mengatakan, “Saat ini, saya berencana untuk kembali,” menunjukkan semangatnya untuk bertempur kembali. Kemenangan di UFC Freedom 250 seharusnya jadi sebuah pamungkas yang sempurna, tetapi dia memilih jalan lain.
Kenapa Justin Gaethje Tidak Memberikan Rematch kepada Ilia Topuria?
Gaethje tampaknya memutar otak dalam keputusan ini, dan argumennya kadang terasa tidak logis. Sebagai catatan, Topuria hampir mengalahkannya di ronde kedua. Pertarungan dihentikan di antara ronde, tetapi petarung tidak seharusnya dihina atau dihukum karena tahu kapan harus mundur.
Gaethje menegaskan, “Dia tidak dapat rematch,” dengan menambahkan bahwa Topuria tidak berjuang sepenuh hati dan sempat berhenti di bangku. Ia bahkan menyarankan agar Topuria menghadapi petarung lain terlebih dahulu. Topuria yang meninggalkan pertarungan dengan patah tulang orbital dan kehilangan penglihatan sementara bertekad untuk mendapatkan rematch setelah sembuh.
Siapa yang Akan Dilawan Justin Gaethje Selanjutnya?
Jika segalanya berjalan sesuai harapannya, Conor McGregor akan mengalahkan Max Holloway pada 11 Juli dan Gaethje akan berhadapan dengan McGregor dalam pertarungan yang sudah lama dinanti. Bahkan jika Holloway menang, ada kemungkinan rematch setelah pertemuan epik mereka di UFC 300.
Gaethje mengakui tidak memiliki nama khusus dalam pikiran, bahkan menepis Arman Tsarukyan yang jelas merupakan penantang teratas, seraya mengatakan Tsarukyan adalah pria yang patut diperhitungkan. Juara sebelumnya, Charles Oliveira, yang mengalahkan Gaethje di tahun 2022, juga sudah menyerangnya. Pemenang dari rematch McGregor-Holloway juga bisa menyodok antrian.
Kapan Justin Gaethje Akan Bertarung Lagi?
Bisa jadi kita akan melihat Gaethje kembali bertarung di kuartal pertama tahun 2027. Ini seharusnya sejalan dengan siapa pun yang memenuhi syarat untuk menantang juara ringan yang baru.
Gaethje hampir pasti tidak akan bertanding di tahun 2026 setelah melakoni dua pertarungan tahun ini dan mengalami kerusakan berat. Dia juga sedang dalam masa penangguhan medis terkait pergelangan tangan dan lututnya, serta sudah bilang kepada UFC bahwa dia tidak ingin kembali sebelum Maret. Ini menunjukkan bahwa pertahanan gelar awal 2027 bisa menjadi kemungkinan yang lebih realistis, sehingga sabuk juara akan menganggur selama beberapa bulan.

