MANCHESTER, INGGRIS – Phil Foden, pemain muda berbakat dari Manchester City, menjadi sorotan setelah tidak masuk dalam skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026. Keputusan ini tidak mengejutkan bagi banyak pengamat, terutama mengingat penampilannya yang menurun sepanjang musim 2025/26.
Pemain berusia 25 tahun ini pernah dijuluki sebagai yang terbaik di Premier League ketika meraih penghargaan Pemain Terbaik Musim 2023/24. Kini, Foden seperti bayangan dirinya sendiri dan telah menjadi figur yang kurang terlihat di Etihad Stadium dalam beberapa bulan terakhir.
Liburan musim panas bisa jadi kesempatan yang baik untuk Foden. Dia bisa mempersiapkan diri untuk musim 2026/27 dengan manajer baru setelah kepergian Pep Guardiola dari Manchester City. Tanpa tekanan dari Piala Dunia, Foden mungkin bisa lebih fokus pada pengembangan dirinya.
Maheta Molango, CEO Asosiasi Pemain Profesional, menilai Foden telah terlalu banyak bermain dalam beberapa musim terakhir. “Jumlah pertandingan yang dia ikuti semakin berkurang dan, saat dia tersedia, itu bukanlah versi terbaik dari Phil Foden yang kita kenal dua tahun lalu,” ujarnya.
Molango menambahkan bahwa Foden adalah salah satu korban dari jadwal yang padat dan penuh tekanan ini. “Sayangnya, ini adalah keadaan yang sangat menyedihkan jika pemain seperti Phil tidak tampil di lapangan. Kita semua menyukai pemain yang membuat kita bermimpi dan memiliki bakat murni,” ungkapnya.
Musim depan adalah kesempatan baru bagi Foden. Dia punya peluang untuk menunjukkan kualitasnya kepada manajer baru, sementara rekan-rekannya yang terlibat di Piala Dunia mungkin kembali dari Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dalam keadaan kelelahan. Foden, di sisi lain, berpotensi kembali dengan semangat baru.
Premier League pastinya membutuhkan Foden dalam performa terbaiknya. Sudah cukup lama sejak gelandang serang ini mampu bermain sepak bola terbaiknya, dan musim depan bisa menjadi momen penentu bagi dirinya untuk memastikan dia tetap menjadi bagian dari rencana jangka panjang Manchester City.
Tanpa Guardiola yang mendukungnya, Foden kini harus menemukan kembali posisi dan perannya di tim yang bisa meninggalkannya jika tidak berhati-hati. Musim panas ini adalah kesempatan yang tepat untuk memberikan dirinya peluang terbaik untuk bangkit kembali.

