Finware
  • Beranda
  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Notification
FinwareFinware
  • News
  • Market
  • Bisnis
  • Kripto
  • Tech
Search
  • Quick Access
    • Beranda
    • Contact Us
    • Riwayat
    • Disimpan
    • Topik Pilihan
    • Feed
  • Categories
    • News
    • Market
    • Bisnis
    • Kripto
    • Tech

Artikel Populer

Jangan lewatkan artikel menarik lainnya
Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Indonesia Terancam Tertinggal dalam Euforia EV, Sebagian Besar Nikel Dialihkan ke Baja Tahan Karat, Temuan Riset Mengungkap

Reihan
19 April 2026
Oracle Satukan Data AI untuk Berikan Agensi Perusahaan Satu Versi Kebenaran

Oracle Satukan Data AI untuk Perusahaan Agensi Single Version of Truth

Keenan
26 Maret 2026
Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Aksi Saham Terbesar Siang Ini: META, BBY, APP, SMG Siap Mengguncang Pasar!

Dirga
27 Maret 2026
© 2026 Finware Media. All Right Reserved.
Finware > Market > Rupiah Melonjak 0,45% Menjadi Rp 18.086 per Dolar AS: Apa yang Mendorong Pergerakan Ini?
Market

Rupiah Melonjak 0,45% Menjadi Rp 18.086 per Dolar AS: Apa yang Mendorong Pergerakan Ini?

Reihan
Last updated: 5 November 2026 10:33 AM
By
Reihan
4 Min Read
Share
Rupiah Melonjak 0,45% Menjadi Rp 18.086 per Dolar AS: Apa yang Mendorong Pergerakan Ini?
SHARE

JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Rupiah terapresiasi 0,45% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya menjadi Rp18.086 per dolar AS.

Berdasarkan pantauan di papan data Bloomberg, penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang bergerak positif terhadap dolar AS.

Beberapa mata uang Asia yang menguat mencakup yen Jepang sebesar 0,29%, yuan China 0,09%, rupee India 0,1%, ringgit Malaysia 0,3%, dolar Singapura 0,11%, serta baht Thailand yang naik 0,5%. Namun, tidak semua mata uang beruntung; won Korea Selatan justru mengalami pelemahan dengan koreksi sebesar 0,04%.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menjelaskan bahwa penguatan mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah, didorong oleh pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun tajam sekitar 7,4 basis poin (bps) menjadi 4,89%, sedangkan imbal hasil tenor 2 tahun terkoreksi 3,0 bps menjadi 4,58%.

Penguatan harga obligasi pemerintah AS terjadi berkat ekspektasi investor yang menilai bahwa pemerintahan AS yang terpecah dapat membatasi ekspansi fiskal dan penerbitan obligasi Treasury. Kondisi ini berpotensi meredakan tekanan inflasi dan mengurangi kebutuhan untuk pengetatan kebijakan moneter yang agresif dari Federal Reserve (The Fed).

Andry mencatat indeks dolar AS (DXY) melemah 0,34% ke level 101,52. Meski begitu, indeks tersebut masih mencatatkan penguatan 3,26% secara year to date (ytd).

Penurunan imbal hasil US Treasury dan kemenangan Partai Demokrat juga turut mengurangi permintaan terhadap dolar AS. Dari sisi tenaga kerja, jumlah pekerja sektor swasta AS bertambah 86.000 pada Oktober 2026, lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar yang memprediksi hanya 69.000. Sementara itu, indeks ISM Services Purchasing Managers’ Index (PMI) tetap berada di zona ekspansi pada level 54,5.

Read more  Taruhan AS$270 Miliar Xi di Timur Tengah Pangkas Dukungan China untuk Iran

Andry menambahkan, pasar kini memusatkan perhatian pada rilis data nonfarm payrolls (NFP) yang akan diumumkan Jumat mendatang, dengan estimasi penambahan tenaga kerja sekitar 65.000 dan tingkat pengangguran tetap di 4,2%.

The Fed Masih Hawkish

Andry mengungkapkan bahwa The Fed masih mempertahankan sikap hawkish pause. Namun, penurunan imbal hasil US Treasury setelah pemilu AS sedikit mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.

Inflasi yang masih tinggi dan kondisi pasar tenaga kerja yang cukup kuat tetap menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga pada bulan Desember adalah skenario yang mungkin terjadi.

Meskipun ada harapan bahwa pemerintahan AS yang terpecah bisa membatasi belanja fiskal dan investasi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI), hal ini berpotensi mengurangi tekanan inflasi dan imbal hasil obligasi. Selain itu, pergerakan harga minyak mentah juga menjadi sorotan pasar.

Harga minyak mentah Brent anjlok 8,69% menjadi US$94,6 per barel, mencatat level terendah dalam lebih dari dua bulan. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ekspektasi bahwa kemenangan Partai Demokrat dapat mempercepat penyelesaian konflik AS-Iran.

Investor memperkirakan bahwa pengawasan Kongres yang lebih ketat dapat membatasi eskalasi militer lebih lanjut. Namun, proses negosiasi masih dipenuhi ketidakpastian dan risiko geopolitik di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Copy Link
Avatar photo
ByReihan
Ikuti ulasan Reihan Satria untuk analisis pasar modal, pergerakan IHSG, dan sentimen bursa saham. Insight investasi dari meja redaksi Market Finware.
Previous Article Saham UNTR Tertekan oleh Risiko MSCI, Simak Perkiraan Harga Terbarunya Saham UNTR Tertekan oleh Risiko MSCI, Simak Perkiraan Harga Terbarunya
- Advertisement -
Ad image

Don't Miss

MEXC Luncurkan Bukti Cadangan Oktober 2026, Tingkatkan Kepercayaan Pengguna dengan Transparansi yang Terverifikasi
MEXC Luncurkan Bukti Cadangan Oktober 2026, Tingkatkan Kepercayaan Pengguna dengan Transparansi yang Terverifikasi
Kripto
Samsung Galaxy Z Flip 8 vs Z Flip 7: Siapa Juara dalam Pertarungan Ponsel Lipat?
Samsung Galaxy Z Flip 8 vs Z Flip 7: Siapa Juara dalam Pertarungan Ponsel Lipat?
Tech
Pergerakan Saham Terbesar Pra-Pembukaan: CLF, INTC, DDOG, AMZN
Pergerakan Saham Terbesar Pra-Pembukaan: CLF, INTC, DDOG, AMZN
News
- Advertisement -
Ad image

Baca Juga

Jelajahi insight lain yang sejalan dengan artikel ini!
Akhir Juli Membawa Harapan bagi Saham Setelah Perdagangan Momentum Alami Kerugian Terbesar Sejak 2000
Market

Akhir Juli Membawa Harapan bagi Saham Setelah Perdagangan Momentum Alami Kerugian Terbesar Sejak 2000

Reihan
1 Agustus 2026
OPEC+ Siap Tingkatkan Kuota Produksi Minyak Meski Ekspor Tertekan oleh Perang, Menurut Reuters
Market

OPEC+ Siap Tingkatkan Kuota Produksi Minyak Meski Ekspor Tertekan oleh Perang, Menurut Reuters

Reihan
30 April 2026
Hong Kong Siapkan Sistem Pembersihan Emas Baru untuk Diluncurkan pada Juli
Market

Hong Kong Siapkan Sistem Pembersihan Emas Baru untuk Diluncurkan pada Juli

Reihan
20 Mei 2026
Thailand Siapkan Investasi di Proyek LNG AS untuk Amankan Pasokan Energi
Market

Inflasi Thailand Diprediksi di Bawah 2,8% untuk 2026, Bank Sentral Tetap Pertahankan Kebijakan Akomodatif

Reihan
12 Juli 2026
Maskapai Low-Cost Asia Tenggara Siap Pulih, Namun Jejak Krisis Bahan Bakar Masih Terasa
Market

Maskapai Low-Cost Asia Tenggara Siap Pulih, Namun Jejak Krisis Bahan Bakar Masih Terasa

Reihan
24 Agustus 2026
Indonesia Siap Tancap Gas dengan Pengeluaran Lebih Besar dan Pengendalian Sumber Daya yang Ketat Menuju Pertumbuhan 2027
Market

Indonesia Siap Tancap Gas dengan Pengeluaran Lebih Besar dan Pengendalian Sumber Daya yang Ketat Menuju Pertumbuhan 2027

Reihan
14 Agustus 2026
Panggilan Pasar Mingguan dari Investing.com: Temukan Peluang Investasi Terbaik!
Market

Panggilan Pasar Mingguan dari Investing.com: Temukan Peluang Investasi Terbaik!

Reihan
26 April 2026
Vingroup Vietnam Lanjutkan Ambisi Membangun 'Stadion Terbesar di Dunia' Meski Ada Keraguan Permintaan
Market

Vingroup Vietnam Lanjutkan Ambisi Membangun ‘Stadion Terbesar di Dunia’ Meski Ada Keraguan Permintaan

Reihan
11 Juni 2026
Show More
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Finware

Baca berita keuangan global real-time, insight market APAC, tren bisnis, dan crypto paling komprehensif. Curi start sebelum market bergerak.

  • Kanal:
  • Market
  • Bisnis
  • Tech
  • Kripto

Personal

  • Riwayat
  • Disimpan
  • Feed
  • Topik Pilihan

Tentang Kami

  • Beranda
  • Hubungi Kami

© 2026 Finware Media. All Right Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?